Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]

Pengertian PPh Pasal 29

PENDAHULUAN

Apakah PPh Pasal 29 terdengar asing di telinga Anda? PPh Pasal 29 merupakan bagian dari rangkaian sejumlah Pajak Penghasilan yang harus Anda tahu. Namun berbeda dengan pasal yang lain, PPh Pasal 29 hanya dihitung dan dibayar SEKALI dalam tahun pajak, yaitu saat akan melaporkan SPT Tahunan baik untuk Wajib Pajak Orang Pribadi maupun Wajib Pajak Badan.

Mengenal PPh Pasal 29

PPh Pasal 29 adalah pajak yang harus dilunasi oleh Wajib Pajak Orang Pribadi dan/atau Wajib Pajak Badan sebagai akibat PPh Terutang dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan lebih besar dari pada kredit pajak yang telah dipotong atau dipungut oleh pihak lain dan yang telah disetor sendiri.

PPh Pasal 29 harus disetor menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP) paling lambat sebelum SPT Tahunan dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak atau akhir bulan ketiga tahun pajak berikutnya untuk Wajib Pajak Orang Pribadi dan bagi Wajib Pajak badan adalah akhir bulan keempat tahun pajak berikutnya.

PENUTUP

Kesimpulannya adalah PPh Pasal 29 merupakan sisa pembayaran pajak yang masih harus dibayarkan. Untuk wajib pajak yang memiliki usaha seharusnya tiap bulan rutin membayar dan melapor PPh Pasal 25. Dari PPh Pasal 25 yang disetor inilah yang pada akhir tahun disebut kredit pajak, dan kekurangannya disebut PPh Pasal 29.

Dan yang perlu Anda tahu, untuk Pegawai atau KARYAWAN biasanya tidak perlu menghitung PPh Pasal 29 karena besar pajaknya biasanya konsisten, KECUALI Anda mendapat bonus gaji, dll.
Apa Itu PPh Pasal 29?
Contoh SPT TAHUNAN BADAN

Baca Artikel PajakBro tanpa ribet cukup via Email!