Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]

SPT Tahunan | Pelaporan Pajak pada Akhir Tahun

Anda Harus Menyampaikan SPT TAHUNAN!

Pemungutan Pajak Penghasilan menggunakan sistem self-assessment dan sistem withholding. Dalam sistem self-assessment, wajib pajak wajib menghitung, memperhitungkan, membayar, dan melaporkan pajaknya sendiri, tidak perlu menunggu ketetapan pajak dari fiskus (pegawai pajak).

Pelaporan Pajak Penghasilan pada akhir tahun dilakukan dengan menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan. Batas waktu penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan bagi Wajib Pajak orang pribadi adalah akhir bulan ketiga tahun pajak berikutnya, sedangkan bagi Wajib Pajak badan adalah akhir bulan keempat tahun pajak berikutnya. Dan ada sanksi yang diberlakukan jika Anda tidak menyampaikan SPT TAHUNAN yaitu berupa denda.

Formulir SPT TAHUNAN Apa yang Anda Gunakan?

Berdasarkan Peraturan Dirjen Pajak Nomor 34/PJ/2010 yang telah diubah terakhir dengan Peraturan Dirjen Pajak Nomor 26/PJ/2013, bentuk formulir SPT Tahunan PPh adalah sebagai berikut :
  • SPT 1770SS digunakan oleh wajib pajak orang pribadi yang mempunyai penghasilan selain dari usaha dan/atau pekerjaan bebas dengan jumlah penghasilan bruto tidak lebih dari Rp 60 juta setahun   
  • SPT 1770S digunakan oleh wajib pajak orang pribadi yang mempunyai penghasilan selain dari usaha dan/atau pekerjaan bebas dengan jumlah penghasilan bruto mencapai Rp 60 juta atau lebih setahun
  • SPT 1770 untuk Wajib pajak orang pribadi yang mempunyai penghasilan dari usaha/pekerjaan bebas, baik yang menyelenggarakan pembukuan atau pencatatan, melaporkan pembayaran dan penghitungan Pajak Penghasilan tahunan menggunakan formulir SPT 1770
  • SPT 1771 untuk Wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap melaporkan pembayaran dan penghitungan Pajak Penghasilan tahunan menggunakan formulir SPT 1771

SPT TAHUNAN: Pelaporan Pajak pada Akhir Tahun

Baca Artikel PajakBro tanpa ribet cukup via Email!