Pengertian NPWP Dan Fungsinya

Pengertian NPWP Dan Fungsinya

Nomor Pokok Wajib Pajak atau yang biasa disebut NPWP adalah identitas yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kepada Wajib Pajak (WP). Wajib Pajak sediri adalah istilah untuk menyebut seorang pembayar pajak. Bagi Anda yang baru pertama kali memasuki dunia kerja kemungkinan masih asing dengan istilah-istilah di atas. Ada beberapa istilah perpajakan yang perlu Anda tahu sebelum memiliki kartu NPWP. Mari kita ulas satu per satu.


Kantor Pelayanan Pajak (KPP)

Kantor Pelayanan Pajak (KPP) adalah tempat pelayanan pajak untuk seluruh administrasi perpajakan yang dilakukan oleh Wajib Pajak. Fungsi utama KPP adalah memberikan pelayanan perpajakan meliputi pelayanan pembuatan NPWP, pelaporan pajak masa dan tahunan, penyuluhan perpajakan, serta konsultasi pajak gratis bagi setiap pemilik kartu NPWP.

Jam kerja KPP adalah hari senin sampai dengan hari jumat dengan jam pelayanan mulai pukul 08.00 sampai pukul 16.00 waktu setempat. Seluruh pelayanan perpajakan yang diberikan KPP bersifat bebas biaya atau gratis. KPP adalah kantor administratif, yang artinya KPP hanya melayani administratif dokumen Wajib Pajak saja. Untuk pembayaran pajak dilakukan melalui bank atau tempat pembayaran yang ditunjuk oleh DJP.

Wajib Pajak

Seperti yang sudah kami singgung di awal artikel, Wajib Pajak adalah istilah yang digunakan DJP untuk menyebut pembayar pajak. Seseorang dapat dikatakan sebagai Wajib Pajak jika sudah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Saat Anda sudah terdaftar sebagai Wajib Pajak, ada 3 hal yang wajib Anda lakukan setiap bulannya. Kewajiban tersebut adalah menghitung, membayar, dan melaporkan pajak atas penghasilan Anda. Jika kewajiban ini tidak dilakukan maka sesuai dengan Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cata Perpajakan (UU KUP) maka akan diberikan sanksi atas kewajiban perpajakan yang tidak dilakukan. Sanksi yang diberikan mulai dari sanksi denda hingga sanksi pidana (penjara).

Kartu NPWP dan SKT

Pengertian NPWP berdasarkan Pasal 1 angka 6 Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 sttd Undang-undang Nomor 28 Tahun 2007 adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.

NPWP terdiri atas 15 digit angka yang dicetak pada sebuah kartu yang biasa kita sebut sebagai kartu NPWP. Saat Anda pertama kali mendaftarkan diri untuk menjadi Wajib Pajak, Anda akan menerima sebuah kartu NPWP dan sebuah dokumen Surat Keterangan Terdaftar (SKT).

Kartu NPWP sendiri hanyalah sebuah alat untuk mencetak identitas perpajakan Anda. Pada kartu NPWP tercetak Nomor Pokok Wajib Pajak, nama Anda, dan alamat domisili Anda. Sementara SKT merupakan dokumen yang memiliki kekuatan hukum yang berisi identitas perpajakan Anda.


Fungsi NPWP

Selain berfungsi sebagai identitas Wajib Pajak, NPWP juga berfungsi untuk mencatat seluruh administrasi perpajakan yang Anda lakukan. Setiap pembayaran dan pelaporan pajak yang Anda lakukan akan terekam dalam kartu NPWP yang Anda miliki.

Selain itu, untuk mengurus persyaratan dalam transaksi keuangan baik dari pihak Bank, Pemerintah, maupun rekanan Anda dalam berbisnis biasanya dibutuhkan kartu NPWP sebagai media pencatatan atas pajak yang akan dibayar atau dipotong dari transaksi keuangan tersebut.

Sebagai contoh, bagi Anda yang ingin melamar kerja biasanya disyaratkan untuk memiliki kartu NPWP sebelum melamar kerja. Hal ini dilakukan agar saat Anda sudah diterima bekerja, instansi atau perusahaan tempat Anda bekerja bisa langsung memotong PPh Pasal 21 atas gaji yang Anda terima.

Account Representative (AR)

konsultan pajak Anda adalah Account Representative (AR)
Salah satu fungsi KPP adalah memberikan konsultasi pajak gratis. Pegawai pajak yang ditunjuk sebagai konsultan pajak Anda adalah Account Representative (AR). Setiap Wajib Pajak memiliki AR-nya masing-masing. Anda berhak untuk mendapatkan informasi selengkap-lengkapnya terkait kewajiban perpajakan Anda. Mulai dari bagaimana cara menghitung pajak Anda, bagaiamana cara membayar pajak Anda, serta bagaimana cara untuk melaporkan pajak Anda.

Kami sangat menyarankan agar Anda segera mengetahui siapa AR Anda di KPP. Hal ini bertujuan agar saat Anda membutuhkan bantuan perpajakan, Anda bisa langsung mendapat pengarahan dari AR Anda.

Penutup

Kurang lebih seperti itulah gambaran awal yang wajib Anda ketahui sebelum mendaftarkan diri menjadi Wajib Pajak. Hal-hal di atas wajib Anda pahami jika tidak ingin mengalami kendala di bidang perpajakan di kemudian hari. Karena kelalaian sedikit saja bisa berakibat sanksi yang berarti Anda harus mengeluarkan sejumlah uang diluar dari pajak yang harus Anda bayarkan.

Sampaikan pertanyaan di kolom komentar dibawah. Pertanyaan akan kami jawab pada pukul 20.00 - 23.00. Untuk jawaban cepat silahkan hubungi Kring Pajak (021) 1500200

Sampaikan pertanyaan di kolom komentar dibawah. Pertanyaan akan kami jawab pada pukul 20.00 - 23.00. Untuk jawaban cepat silahkan hubungi Kring Pajak (021) 1500200
EmoticonEmoticon