Perbedaan NPWP Pusat dan NPWP Cabang

Perbedaan NPWP Pusat dan NPWP Cabang bisa dilihat dari sisi fisik dan fungsinya. Dari sisi fisik, NPWP Pusat dan NPWP Cabang memiliki penomoran NPWP yang berbeda. Sementara dari sisi fungsi, NPWP Pusat dan NPWP Cabang memiliki kewajiban pembayaran dan pelaporan pajak yang berbeda pula. Untuk lebih jelasnya mari kita ulas bersama.

Perbedaan NPWP Pusat dan NPWP Cabang Dari Fisiknya

Secara bentuk kartu antara NPWP Pusat dan NPWP Cabang tidak memiliki perbedaan. Perbedaan yang ada pada fisik kartu NPWP Pusat dan NPWP Cabang hanya berada pada nomornya saja. Untuk lebih jelasnya silahkan lihak format nomor NPWP berikut


Nomor NPWP terdiri atas 3 bagian, yaitu
  1. Kode unik
  2. Kode Kantor Pajak (KPP)
  3. Kode Pusat/Cabang

Format NPWP Pusat



Penomoran NPWP Pusat ditandai dengan akhiran kode "000". NPWP Pusat diberikan untuk Wajib Pajak Orang Pribadi maupun Wajib Pajak Badan.

Format NPWP Cabang



Penomoran NPWP Cabang pada akhir kode NPWP adalah selain kode "000".

Contoh Kasus
Misalkan saja Anda memiliki sebuah CV yang didirikan di Surabaya dengan nomor NPWP 00.111.222.3-444.000. Jika Anda ingin menambah cabang atas CV Anda yang berada di Surabaya maka NPWP untuk cabang tersebut adalah 00.111.222.3-444.001 untuk cabang pertama, 00.111.222.3-444.002 untuk cabang kedua, dan seterusnya.

Sementara jika CV Anda juga memiliki cabang di Luwuk, Sulawesi Tengah, maka kode NPWP Cabang yang diberikan bukan 00.111.222.3-444.003 melainkan 00.111.222.3-832.001.

Jika diperinci maka akan seperti ini
NPWP Pusat Surabaya
00.111.222.3-444.000

NPWP Cabang Surabaya
00.111.222.3-444.001 (Cabang Surabaya 1)
00.111.222.3-444.002 (Cabang Surabaya 2)
00.111.222.3-444.003 (Cabang Surabaya 3)

NPWP Cabang Luwuk
00.111.222.3-832.001 (Cabang Luwuk 1)

NPWP Cabang Palu
00.111.222.3-821.001 (Cabang Palu 1)
00.111.222.3-821.002 (Cabang Palu 2)

dan seterusnya...

Contoh kasus di atas adalah contoh sederhana saja. Kenyataannya ada beberapa perusahaan yang memiliki ratusan bahkan ribuan NPWP Cabang yang tersebar diseluruh Indonesia.

Perbedaan NPWP Pusat dan NPWP Cabang Dari Fungsinya

Secara fungsi umum NPWP Pusat dan NPWP Cabang sama-sama berfungsi untuk mencatat seluruh administrasi perpajakan. Yang membedakan keduanya adalah jenis pajak yang dicatat. Hal ini berkaitan dengan kewajiban atas membayar dan melaporkan pajak antara perusahaan pusat dan perusahaan cabang yang berbeda pula. Berikut penjelasannya

Kewajiban Pajak untuk NPWP Pusat

Kewajiban membayar dan melaporkan pajak untuk NPWP Pusat adalah seluruh jenis pajak seperti Pajak Penghasilan, Bea Materai, maupun Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sesuai dengan jenis dari perusahaan tersebut.

Jadi pada NPWP Pusat, seluruh jenis pajak akan dicatat dan direkam pada NPWP Pusat. Karena beda jenis usaha berarti beda pajak yang dilaporkan, maka sebaiknya Anda berkonsultasi langsung dengan Accont Representative Anda sebelum memulai kewajiban perpajakan.


Kewajiban Pajak untuk NPWP Cabang

Untuk Perusahaan Cabang, kewajiban perpajakannya adalah jenis PPh Potput dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Yang termasuk dalam PPh Potput adlah PPh Pasal 21/26, PPh Pasal 23, dan PPh Pasal 4(2). Khusus untuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) jika dilakukan pemusatan PPN dari cabang ke pusat maka perusahaan Cabang tidak perlu lagi melakukan pelaporan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Kesimpulan

Jadi demikian yang dapat kami sampaikan tentang perbedaan NPWP Pusat dan NPWP Cabang yang bisa dilihat dari sisi fisik dan fungsinya. Selama Anda memahami kewajiban perpajakan atas masing-masing jenis kartu NPWP tersebut maka Anda akan terhindar dari sanksi-sanksi perpajakan yang berlaku.

Jika pertanyaan Anda tidak/belum terjawab silahkan hubungi Kring Pajak +(62)21 - 1 500 200

Jika pertanyaan Anda tidak/belum terjawab silahkan hubungi Kring Pajak +(62)21 - 1 500 200
EmoticonEmoticon