Tampilkan posting dengan label DJP Online Pajak. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label DJP Online Pajak. Tampilkan semua posting

Batas Pelaporan SPT Tahunan 2017 Diperpanjang?

"Ini belum semua, belum semuanya terekam (dalam sistem DJP). Mudah-mudahan lebih dari tahun lalu, saya rasa naik. Jadi, bisa bertambah di akhir-akhir (batas waktu pelaporan)" - Ken Dwijugiasteadi. Kira-kira seperti itu lah penggalan informasi yang kami dapatkan dari CNN Indonesia. Berita selengkapnya bisa Anda baca di sini.

Batas Pelaporan SPT Tahunan Pribadi

Seperti yang sudah kami informasikan pada artikel-artikel sebelumnya, batas pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi adalah tanggal 31 Maret pada tiap-tiap tahunnya. Kantor pajak pun setiap batas akhir lapor SPT Tahunan selalu memberikan jam pelayanan ekstra hingga pergantian hari yaitu hingga pukul 24.00 di tanggal 31 Maret.

Tahun lalu DJP memberikan kompensasi selama 1 bulan untuk melakukan pelaporan SPT Tahunan. Hal ini dikarenakan ada lonjakan pengguna DJP Online yang luar biasa dibanding tahun sebelumnya.

Batas Pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi 2017 Diperpanjang

Tahun ini DJP sepertinya masih kuwalahan dengan trafik tinggi yang terjadi di tahun 2016, sehingga di minggu-minggu terakhir bulan Maret, DJP Online kembali down. Di jam-jam tertentu yang kebetulan trafik sangat tinggi maka tidak lama DJP Online pun tumbang dan harus menunggu beberapa saat (menit/jam) sampai bisa digunakan kembali.

Batas pelaporan SPT Tahunan pribadi 2017 diperpanjang hingga 21 April 2017. Langkah ini adalah sebagai kompensasi bagi Anda yang sudah berusaha untuk melakukan pelaporan SPT Tahunan tepat waktu namun terkendala masalah teknis yang dialami DJP Online.

Jangan Tunggu Sampai Batas Akhir Pelaporan SPT Tahunan (lagi)

DJP memberikan waktu bagi wajib pajak untuk melakukan pelaporan SPT Tahunan selama 3 bulan yaitu dimulai dari 1 Januari hingga 31 Maret. Waktu selama 3 bulan tersebut ternyata belum dimanfaatkan dengan baik sehingga seperti kebiasaan pada tahun-tahun sebelumnya pelaporan SPT Tahunan dilakukan pada minggu terakhir bulan maret.

Kami sangat menyarankan agar Anda segera melakukan pelaporan SPT Tahunan sebelum batas waktu yang ditentukan yaitu 21 April 2017. Jika Anda masih menunggu hingga minggu terakhir sebelum batas 21 April 2017 tersebut dapat kami pastikan Anda akan berhadapan dengan antrian panjang kembali.

Akhir kata perlu kami ingatkan, lapor pajak melalui DJP Online bisa dilakukan dari rumah atau kantor tempat Anda bekerja. Jadi Anda tidak perlu ke kantor pajak lagi hanya untuk lapor SPT Tahunan.

Batas Pelaporan SPT Tahunan 2017 Diperpanjang

DJP Online Under Maintenance

DJP Online Under Maintenance


DJP Online Under Maintenance

Berdasarkan informasi yang kami dapatkan DJP Online akan dilakukan maintanance pada tanggal 4 Maret 2017 Hingga 5 Maret 2017. Selama DJP Online Maintenance otomatis semua layanan DJP Online tidak bisa digunakan termasuk juga e-Filing Pajak dan e-Billing Pajak (versi 2).

Jika Anda mau menggunakan e-Filing Pajak untuk melaporkan SPT Tahunan secara online bisa Anda lakukan mulai tanggal 05 Maret 2017 Pukul 15.00 WIB. Sementara untuk layanan e-Billing Pajak, Anda bisa beralih menggunakan e-Billing Pajak versi 1 atau versi 3.

DJP Online | NPWP Sudah Terdaftar?

DJP Online | NPWP Sudah Terdaftar?

Pesan Kesalahan:REG007 NPWP sudah terdaftar. Begitulah kira-kira pemberitahuan yang akan Anda dapatkan jika Anda melakukan registrasi DJP Online namun sebenarnya Anda sudah memiliki akun DJP Online.

Perlu Anda tahu, untuk melakukan pelaporan SPT Tahunan melalui e-Filing DJP Online Anda diwajibkan untuk melakukan registrasi DJP Online. Setelah NPWP Anda berhasil terdaftar dalam sistem DJP Online, maka untuk pelaporan SPT Tahunan melalui e-Filing DJP Online di tahun selanjutnya Anda cukup melakukan log in saja menggunakan NPWP dan password yang Anda gunakan saat mendaftar. Anda tidak perlu melakukan registrasi DJP Online untuk tahun-tahun selanjutnya.


NPWP sudah terdaftar tapi tidak bisa masuk

Jika NPWP sudah terdaftar namun Anda tidak bisa masuk ke menu DJP Online, maka ada dua kemungkinan. Yang biasa terjadi adalah
  1. Anda belum verifikasi email
  2. Anda salah memasukkan password DJP Online

Belum Verifikasi email

Jika Anda merasa sudah registrasi DJP Online dengan benar dan yakin password yang Anda masukkan juga benar namun tetap tidak bisa masuk, kemungkinan besar Anda belum verifikasi email yang Anda gunakan saat registrasi e-Filing DJP Online.

Yang perlu Anda lakukan adalah masuk ke halaman berikut https://djponline.pajak.go.id/resendlink kemudian masukkan NPWP dan EFIN yang Anda miliki. Setelah itu cek email Anda dan lakukan verifikasi akun DJP Online dengan cara menekan link aktivasi yang diberikan.

Belum Verifikasi email

Salah memasukkan password DJP Online

Saat Anda mendapat pemberitahuan NPWP sudah terdaftar kemudian Anda coba log in tetap tidak bisa ada kemungkinan Anda salah memasukkan password DJP Online. Untuk mengatasi hal ini cukup mudah.

Silahkan buka link berikut https://djponline.pajak.go.id/resetpass kemudian masukkan NPWP dan EFIN yang Anda miliki. Setelah itu cek email yang Anda masukkan dalam form online yang disediakan. Di email tersebut akan disediakan link untuk melakukan reset password Anda. Dan Anda dapat memasukkan password baru untuk akun DJP Online Anda.

Salah memasukkan password DJP Online

Tidak Punya EFIN

Dari tadi kita membicarakan soal EFIN dan EFIN lagi. Apa itu EFIN? Pada artikel Cara Mudah Daftar e-Filing Pajak DJP Online kami sudah membahas bagaimana proses pendaftaran akun DJP Online. Kami sangat menyarankan Anda untuk membacanya terlebih dahulu.

EFIN merupakan kode verifikasi yang digunakan untuk mendaftar akun DJP Online. Namun jika terjadi masalah-masalah seperti di atas, maka sistem DJP Online akan selalu meminta kode EFIN kembali. Untuk itu, kami menyarankan untuk mencatat atau menyimpan kode EFIN tersebut.

Bagi Anda yang lupa dengan kode EFIN Anda, maka Anda harus datang ke kantor pajak untuk mencetak kembali kode EFIN tersebut. (Baca: Lupa eFin Pajak Bagaimana? Ini yang perlu Anda lakukan)

Lupa EFIN Pajak Bagaimana? Ini yang perlu Anda lakukan

Lupa EFIN Pajak merupakan hal yang biasa terjadi. Mengingat EFIN Pajak adalah hal yang sangat penting sudah seharusnya Anda menyimpannya dengan baik-baik. Namun adakalanya EFIN Pajak yang hanya satu lembar kertas ini terselip atau hilang. Bagaimana jika Anda lupa menaruh lembar EFIN Pajak ini? Sebaiknya Anda tahu beberapa hal tentang EFIN pajak dan solusinya jika EFIN lupa atau hilang. Mari kita bahas!

EFIN Pajak

EFIN Pajak adalah sebuah kode verifikasi untuk pendaftaran efiling DJP Online. Karena fungsi utama EFIN Pajak hanya untuk pendaftaran efiling DJP Online saja, maka jika sewaktu-waktu EFIN Pajak Anda lupa atau hilang, maka Anda tidak perlu khawatir. Selama Anda bisa log in ke efiling DJP Online maka sudah tidak ada masalah.

Saat Anda masuk ke efiling DJP Online, Anda tidak akan dimintai kembali kode EFIN Pajak. Anda hanya diminta untuk memasukkan nomor NPWP dan password efiling DJP Online saja. Anda lupa password efiling DJP Online Anda?

EFIN Pajak untuk yang lupa password

Selain berfungsi sebagai kode verifikasi untuk pendaftaran efiling DJP Online, EFIN Pajak juga berfungsi saat Anda lupa password efiling DJP Online Anda. Jika hal ini terjadi maka berikut yang perlu Anda lakukan.

Pertama, silahkan masuk ke halaman berikut https://djponline.pajak.go.id/resetpass. Kemudian masukkan nomor NPWP, kode EFIN Pajak, kode pengaman, dan jangan lupa centang "lupa email" jika Anda juga lupa dengan email yang Anda gunakan, jika tidak maka cukup NPWP dan EFIN Pajak saja.

Kedua, cek email yang Anda gunakan saat daftar akun efiling DJP Online. Kemudian klik link yang diberikan untuk mereset password efiling DJP Online Anda.
EFIN Pajak untuk yang lupa password
Pada halaman reset password efiling DJP Online, ada pemberitahuan yang perlu Anda tahu, berikut isinya
  1. Pastikan Anda masih menyimpan EFIN yang diberikan oleh KPP.
  2. Jika Anda lupa atau tidak menyimpan EFIN, silahkan meminta pencetakan ulang EFIN di KPP Terdekat
  3. Anda dapat mengubah email untuk menerima password baru, jika menghendakinya dengan memilih "YA" pada pilihan "Lupa Email?"
  4. Jika Anda mengubah email, maka password akan dikirimkan ke email Anda yang baru, dan email tersebut selanjutnya akan digunakan oleh sistem untuk mengirimkan pesan kepada Anda
Permasalahan berikutnya adalah, bagaimana jika Anda lupa EFIN Pajak Anda? Mari kita lanjutkan.

Lupa EFIN Pajak dan cara cetak ulang

Jika permasalahan utama Anda adalah lupa EFIN Pajak, maka yang perlu Anda lakukan adalah cetak ulang EFIN Pajak. Untuk melakukan cetak ulang EFIN Pajak Anda diharuskan untuk datang langsung ke kantor pajak. Jika bukan Anda sendiri yang meminta cetak ulang EFIN Pajak, maka Anda perlu melampirkan surat kuasa kepada yang akan mengambil EFIN Pajak Anda.

Yang perlu Anda lakukan cukup mengisi formulir cetak ulang EFIN Pajak, kemudian lampirkan 1 fotokopi KTP, dan 1 fotokopi NPWP Anda. Serahkan berkas tersebut ke petugas pajak, dan EFIN Pajak Anda pun langsung dicetak.

Formulir cetak ulang EFIN Pajak

Berikut adalah formulir cetak ulang EFIN Pajak
formulir cetak ulang EFIN Pajak

Jika kurang jelas Anda bisa download formulir cetak ulang EFIN Pajak di sini  http://www.pajakbro.com/p/formulir-pajak.html atau lebih mudahnya Anda dapat mengambil langsung formulir cetak ulang EFIN Pajak di kantor pajak.

DJP Online | Tutorial Lapor Pajak Online SPT Tahunan 2017

Impresi pertama membuka situs DJP Online adalah kagum. Tahun ini banyak sekali perbaikan dan penambahan menu pengisian dan pelaporan SPT Tahunan di DJP Online. Bahkan saya pikir, Anda tidak perlu membaca artikel ini untuk melaporkan SPT Tahunan Anda karena penjelasan di website DJP Online sudah sangat lengkap.

Ok, sebelum kita mulai, pastikan Anda sudah memegang Bukti Potong PPh Pasal 21 (1721 Lampiran A2) dari tempat Anda bekerja, dan juga pastikan email yang Anda gunakan saat mendaftar efiling masih bisa digunakan. Berikut contoh Bukti Potong PPh Pasal 21 yang saya terima dari kantor
Contoh Bukti Potong PPh Pasal 21

Langkah #1 Log In DJP Online

Untuk memulai pengisian SPT Tahunan Online, silahkan Anda kunjungi situs efiling Pajak berikut

Cara Mengisi SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online Update 2016


Langkah #2 Membuat SPT Tahunan

Setelah Anda klik logo efiling Pajak tersebut, akan muncul halaman daftar SPT yang pernah Anda buat, kemudian klik tombol "Buat SPT"
Cara Mengisi SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online Update 2016

setelah itu Anda akan disuguhkan pertanyaan-pertanyaan seperti berikut
Contoh #1 Isian untuk Pria dengan pekerjaan sebagai Pegawai
Cara Mengisi SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online Update 2016

Contoh #2 Isian untuk Pria dengan pekerjaan sebagai Pegawai Gaji per tahun di bawah 60 juta
Cara Mengisi SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online Update 2016

Contoh #3 Isian untuk Pria dengan pekerjaan sebagai Pemilik Usaha atau Pekerjaan Bebas
Cara Mengisi SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online Update 2016
Cara Mengisi SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online Update 2016
Keterangan:
Pekerjaan Bebas adalah pekerjaan yang dilakukan oleh orang pribadi yang mempunyai keahlian khusus sebagai usaha untuk memperoleh penghasilan yang tidak terikat oleh suatu hubungan kerja.

Pisah Harta adalah apabila, dikehendaki secara tertulis oleh suami-isteri berdasarkan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan

Menjalankan Kewajiban Perpajakan Sendiri (MT) adalah apabila, dikehendaki oleh isteri yang memilih untuk menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sendiri

e-SPT adalah aplikasi yang dibuat oleh Direktorat Jenderal Pajak untuk digunakan oleh Wajib Pajak untuk kemudahan dalam menyampaikan SPT. Anda dapat mengunduhnya di sini: http://www.pajak.go.id/e-spt

Penghasilan Bruto adalah jumlah seluruh penghasilan bruto yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak sehubungan dengan pekerjaan selama Tahun Pajak yang bersangkutan dari setiap pemberi kerja. Penghasilan tersebut antara lain dapat berupa Gaji/uang pensiun/tunjangan hari tua (THT), Tunjangan PPh, Tunjangan lainnya, uang penggantian, uang lembur dan sebagainya, Honorarium, imbalan lain sejenisnya, Premi asuransi yang dibayar pemberi kerja, Penerimaan dalam bentuk natura dan kenikmatan lainnya yang dikenakan pemotongan PPh Pasal 21, dan Tantiem, bonus, gratifikasi, jasa produksi, THR.

Langkah #3 Cara Mengisi SPT Tahunan Online

Untuk cara pengisian berikut adalah untuk SPT Tahunan OP 1770S (seperti pada Contoh #1). Untuk cara pengisian pada Contoh #2 dan Contoh #3 dapat Anda ikuti penjelasan yang sudah ada di situ efiling pajak. Berikut tampilan awal SPT 1770S, isi Tahun Pajaknya kemudian klik tombol "langkah Berikutnya"

1. Data Form

Cara Mengisi SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online Update 2016
Keterangan:
Tahun Pajak adalah tahun diterima/diperolehnya penghasilan, pilih sesuai tahun penghasilan

Status SPT Normal adalah Jika Anda menyampaikan SPT untuk kali pertama untuk tahun pajak tertentu. Jika Anda memilih normal, nilai pembetulan ke akan terisi otomatis dengan angka nol(0) dan tdk dapat diubah

Status SPT Pembetulan adalah Jika Anda menyampaikan SPT untuk membetulkan SPT yang dilaporkan sebelumnya. Jika Anda memilih pembetulan, Isikan nilai pembetulan ke- berapa SPT Anda pada kotak isian pembetulan dan pastikan bahwa SPT sebelumnya telah Anda Kirimkan ke Direktorat Jenderal Pajak


2. Lampiran II

Selanjutnya untuk langkah ke-2, tampilannya sebagai berikut
Cara Mengisi SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online Update 2016
Isi semua kolom yang disediakan, namun jika tidak ada, bisa langsung Anda klik "Lanjut Ke...."
Keterangan:
Bagian A
isilah kolom sesuai dengan data pemotongan PPh yang bersifat final yang Anda miliki

Bagian B
Ketentuan pengisian Daftar Harta sbb:
  • Tanah (cantumkan lokasi dan luas tanah);
  • Bangunan (cantumkan lokasi dan luas bangunan);
  • Kendaraan bermotor, mobil, sepeda motor (cantumkan merek dan tahun pembuatannya)
  • Kapal pesiar, pesawat terbang, helikopter, jetski, peralatan olah raga khusus, dan sejenisnya
  • Uang Tunai Rupiah, Valuta Asing sepadan US Dollar, Simpanan termasuk tabungan dan deposito di Bank Dalam dan Luar Negeri, Piutang, dan sebagainya dicantumkan secara global
  • Efek-efek (saham, obligasi, commercial paper, dan sebagainya) dicantumkan secara global
  • Keanggotaan perkumpulan eksklusif (keanggotaan golf, time sharing dan sejenisnya)
  • Penyertaan modal lainnya dalam perusahaan lain yang tidak atas saham (CV, Firma) dicantumkan secara global
  • Harta berharga lainnya, misalnya batu permata, logam mulia, dan lukisan dicantumkan secara global
  • Kolom Keterangan : Kolom ini diisi dengan keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu. Misalnya untuk rumah dan tanah diberi keterangan Nomor Objek Pajak (NOP) sesuai yang tertera dalam SPPT PBB.
Bagian C
Daftar ini digunakan untuk melaporkan jumlah kewajiban/utang pada akhir Tahun Pajak

Contoh:
ilustrasi:Bila Anda meminjam sejumlah uang kepada Bank A Jl. Gatot Subroto No. 40 Jakarta sebesar Rp. 100.000.000 pada Tahun 2013. Sampai dengan akhir Tahun 2015 sisa pinjaman yang masih harus dilunasi kepada Bank A adalah sebesar Rp. 20.000.000.

Maka cara pengisiannya adalah sbb:
Nama Pemberi Pinjaman : Bank A
Alamat Pemberi Pinjaman : Jl. Gatot Subroto No. 40 Jakarta
Tahun Peminjaman : 2013
Jumlah : Rp. 20.000.000

Bagian D
Bagian ini diisi dengan daftar susunan anggota keluarga yang menjadi tanggungan sepenuhnya Wajib Pajak, sesuai kondisi awal tahun pajak.


3. Lampiran I

Pada halaman ini, karena status Anda adalah pegawai/karyawan, maka Bagian C adalah yang WAJIB Anda isi, berikut contohnya

Gambar #1 Menu Lampiran I
Cara Mengisi SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online Update 2016

Gambar #2 Contoh isian bukti potong
Cara Mengisi SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online Update 2016
Jumlah PPh yang dipotong bisa Anda lihat pada Bukti Potong PPh 21 dari Bendahara

Gambar #3 Tampilan Bukti potong berhasil di-input
Cara Mengisi SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online Update 2016


4. Induk SPT

Pada halaman ini Anda disuruh memasukkan angka-angka yang ada dalam bukti potong ke dalam formulir SPT Tahunan Online, berikut tampilannya
Cara Mengisi SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online Update 2016

Isi seluruh bagian (A hingga F) dan yang terpenting adalah pada bagian E (PPh Kurang/Lebih Bayar). Untuk karyawan/pegawai bagian ini seharusnya terisi NIHIL. Jika terjadi kurang/lebih bayar maka cek kembali bukti potong pada Lampiran I. Konsekuensi jika terjadi kurang bayar adalah, Anda diharuskan membayar pajak yang kurang dibayarkan. Namun jika terjadi lebih bayar, maka akan dilakukan Pemeriksaan Pajak atas diri Anda. Kedua opsi ini kurang baik, untuk itu coba teliti kembali. Anda juga bisa konsultasikan ke bendahara kantor jika hal ini terjadi.

Keterangan:
Bagian Identitas
Pada pilihan Status Kewajiban Perpajakan Suami Istri, pilih :
  • HB apabila, suami-isteri telah hidup berpisah berdasarkan putusan hakim;
  • PH apabila, dikehendaki secara tertulis oleh suami-isteri berdasarkan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan; atau
  • MT apabila, dikehendaki oleh isteri yang memilih untuk menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sendiri
Bagian A.1
Jumlah Penghasilan Neto Dalam Negeri Sehubungan dengan Pekerjaan diambil dari :
  • Kolom B No.12 (Untuk Formulir 1721-A1)
  • Kolom B No.15 (Untuk Formulir 1721-A2)
  • Kolom 2 (Untuk Formulir 1721-VI)
Bagian A.3
cukup jelas

Bagian A.5
Bagian ini diisi jumlah zakat/sumbangan keagamaan yang bersifat wajib atas penghasilan yang menjadi objek pajak yang nyata-nyata dibayarkan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi kepada badan amil zakat atau lembaga amil zakat atau lembaga pengelola sumbangan keagamaan lainnya yang dibentuk dan disahkan oleh Pemerintah, sesuai dengan bukti setoran yang sah.

Bagian B.7
Tanggungan dan status. Contoh: menikah anak satu maka PTKP-nya K-1 sebesar Rp 42.000.000

Bagian C.10
Untuk jenis pajak Pasal 24, jumlah PPh yang dipotong/dipungut adalah mana yang lebih kecil antara jumlah yang sebenarnya atau jumlah tertentu. Dalam hal penghasilan yang diterima/diperoleh di luar negeri berasal dari beberapa negara, maka penghitungan kredit pajak berdasarkan formula tersebut tidak termasuk Pajak yang bersifat final sebagaimana dimaksud Pasal 4 ayat (2), Pasal 8 ayat (1) dan ayat (4) Undang-Undang PPh.

Bagian D.14 a
Diisi dengan jumlah PPh yang telah dibayar sendiri selama tahun pajak bersangkutan berupa PPh Pasal 25 Tahun Pajak yang bersangkutan termasuk jumlah pelunasan PPh yang terutang berdasarkan penghitungan sementara dalam hal Wajib Pajak Menyampaikan pemberitahuan permohonan perpanjangan jangka waktu penyampaian SPT tahunan

Bagian D.14 b
Diisi dengan jumlah pokok PPh yang ada di dalam Surat Tagihan Pajak, tidak termasuk sanksi administrasi berupa bunga dan/atau denda

Bagian Pembayaran
  • Apabila berdasar hitungan sistem, status SPT Anda Kurang Bayar, sistem akan menampilkan panel pembayaran
  • Apabila Anda sudah melakukan pembayaran atas kekurangan pembayaran pajak, pilih Sudah, dan masukkan NTPN dari Bukti Penerimaan Negara yang Anda miliki, serta tanggal pembayarannya
  • Apabila Anda belum melakukan pembayaran, sistem ini memberikan layanan pembuatan Kode Billing, yang dapat Anda gunakan untuk melakukan pembayaran di Bank baik secara online(internet banking) atau datang langsung ke Bank
  • Apabila Anda belum aktif sebagai user ebilling di DJP Online, aktifkan terlebih dahulu

Bagian E.17 Jika Status Lebih Bayar
  • Permohonan Tidak berlaku apabila kelebihan berasal dari PPh yang Ditanggung Pemerintah (DTP)
  • Pilihan DIKEMBALIKAN DENGAN SKPPKP PASAL 17C(WP dengan Kriteria Tertentu), merupakan pengembalian pendahuluan kelebihan pembayaran pajak yang diberikan kepada wajib pajak dengan kriteria tertentu (WP Patuh)yang ditetapkan oleh Kanwil DJP. Persayaratan WP dengan kriteria tertentu dapat dilihat pada Pasal 17C UU KUP dan Pasal 1 PMK Nomor 192/PMK.03/2007
  • Pilihan DIKEMBALIKAN DENGAN SKKPP PASAL 17D (WP yang memenuhi persyaratan tertentu), merupakan pengembalian pendahuluan kelebihan pembayaran pajak yang dapat diberikan kepada WP selain kriteria di atas yang memenuhi persyaratan tertentu sesuai Pasal 17D UU KUP dan Pasal 1 dan 2 PMK Nomor 193/PMK.03/2007


Langkah #4 Lapor SPT Tahunan

Selesai mengisi formulir, pada langkah ke-5 Anda diminta untuk mengirimkan SPT Tahunan Online yang sudah Anda isi, tampilannya sebagai berikut
Cara Mengisi SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online Update 2016
Klik tombol "di sini"

Silahkan Anda klik tombol "di sini" kemudian cek email yang terhubung dengan akun efiling pajak Anda. Berikut contoh email kode verifikasi
Cara Mengisi SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online Update 2016
Copy kode Verifikasi, dan masukkan ke kolom Kirim SPT

Setelah Anda memasukkan Kode Verifikasi ke kolom Kirim SPT, silahkan klik tombol "Kirim SPT". Jika berhasil maka Anda akan diarahkan kembali ke halaman daftar SPT seperti berikut
Cara Mengisi SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online Update 2016

Untuk melihat bukti tanda terima SPT Tahunan elektronik, silahkan klik logo printer pada kolom daftar SPT di atas, berikut contoh Tanda terima SPT Tahunan elektronik yang saya terima
Cara Mengisi SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online Update 2016

Penutup

Jadi demikian lah proses pengisian SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online. Seluruh proses dalam artikel ini sudah saya lakukan sendiri dari step awal hingga akhir. Cetak lah Tanda terima SPT Tahunan elektronik jika bendahara kantor Anda memintanya.

Artikel Sebelumnya
DJP Online | Cara Lapor Pajak SPT Tahunan 2015

Belum punya akun efiling? Baca dulu artikel ini
Panduan Pendaftaran DJP Online

e-Billing Pajak | Cara Daftar SSE Pajak (Lengkap versi sse1 , sse2 , sse3)

eBilling Pajak

eBilling Pajak adalah Metode pembayaran pajak secara elektronik menggunakan Kode Billing Pajak. Kode Billing sendiri adalah kode identifikasi yang diterbitkan melalui sistem Billing (SSE Pajak) atas suatu jenis pembayaran atau setoran pajak yang akan dilakukan Wajib Pajak.

Untuk menggunakan layanan ini Anda diharuskan untuk melakukan registrasi terlebih dahulu. Daftar eBilling Pajak sangat lah mudah. Anda tidak perlu ke kantor pajak untuk melakukan pendaftaran eBilling Pajak. Cukup siapkan email Anda yang masih aktif untuk memulai pendaftaran eBilling Pajak.

SSE Pajak

SSE Pajak merupakan pengganti dari metode lama yang masih manual dalam pengisian surat setoran pajak (SSP Pajak). Anda tidak perlu datang langsung ke Bank atau Kantor Pos untuk mengisi secara manual Surat Setoran Pajak dan membayar pajak Anda.

Metode pembayaran pajak telah mengalami banyak perubahan. Dari masa ke masa, proses pembayaran pajak dapat digambarkan sebagai berikut
  • Bayar langsung di Kantor Kas Negara (Administratie Kantoor Voor de Landkassen)
  • Pembayaran melalui Bank --> Muncul istilah Bank Persepsi --> TUPRP (1994) --> Pembayaran masih bersifat Offline
  • Revolusi Perbankan, Kebangkitan Sistem Informasi, DotCom --> Online Banking System --> MP3 (Monitoring Pelaporan dan Pembayaran Pajak)
  • Undang-Undang Keuangan Negara & Undang Undang Perbendaharaan --> Modul Penerimaan Negara (MPN)
  • Pembayaran elektronik --> MPN-G2 --> e-Billing (sse.pajak.go.id) --> e-Billing DJP Online (sse2.pajak.go.id) -->Alternatif (sse3.pajak.go.id)

Untuk saat ini ada 3 server yang dapat Anda gunakan untuk membuat kode ID Billing SSE Pajak yaitu SSE Pajak Versi 1 (sse.pajak.go.id), SSE Pajak Versi 2 (sse2.pajak.go.id), dan SSE Pajak Versi 3 (sse3.pajak.go.id). Berhubung setiap server SSE Pajak tidak terhubung satu sama lain, maka Anda harus mendaftarkan akun SSE Pajak untuk masing-masing server.

Selain itu, User Interface atau tampilan masing-masing server SSE Pajak ini juga sama sekali berbeda, sehingga penggunaannya pun tidak sama. Anda dapat memilih server mana yang menurut Anda paling mudah Anda gunakan, dan berikut kami berikan panduang lengkap untuk pendaftaran di masing-masing server SSE Pajak.

Cara Daftar SSE Pajak Versi 1

Pertama, silahkan kunjungi alamat website eBiling pajak berikut https://sse.pajak.go.id/. Pada halaman awal akan muncul peringatan seperti ini
Cara Daftar eBilling Pajak Online
Sebenarnya layanan eBilling Pajak yang menggunakan alamat https://sse.pajak.go.id/ adalah eBilling Pajak generasi pertama, namun jika Anda tetap ingin menggunakan layanan eBilling Pajak generasi pertama ini maka silahkan klik link seperti pada gambar di atas. Sehingga Anda akan diarahkan ke halaman berikut
Cara Daftar eBilling Pajak Online
Untuk mulai melakukan pendaftaran eBilling Pajak silahkan klik "Daftar Baru" sehingga Anda akan masuk ke menu pendaftaran eBilling Pajak berikut
Cara Daftar eBilling Pajak Online

Tampilan registrasi eBilling Pajak generasi pertama sangat simpel. Pada halaman ini Anda hanya diminta untuk memasukkan nomor NPWP Anda dan email yang Anda pakai, kemudian masukkan kode capcha yang diberikan. Setelah itu tinggal klik "Register". Setelah ini silahkan cek email Anda untuk melakukan aktivasi. Berikut contoh link aktivasi SSE Pajak
Cara Daftar eBilling Pajak Online

Silahkan klik link yang diberikan untuk melakukan aktivasi akun SSE Pajak. Selesai aktivasi Anda akan dibawa ke menu log in seperti ini
Cara Daftar eBilling Pajak Online
Masukkan nomor NPWP dan PIN yang dikirim bersamaan dengan link aktivasi. Kode PIN ini berada di pojok bawah pada email link aktivasi.

Dari percobaan kami terlihat halaman log ini sedikit berantakan. Dan setelah kami coba untuk log in ternyata tidak berhasil. Solusinya adalah dengan membuka kembali halaman awal SSE Pajak Versi 1 di alamat https://sse.pajak.go.id/ kemudian baru lah Anda masukkan nomor NPWP dan PIN yang diberikan. Jika Anda berhasil log in maka Anda akan langsung disuguhi menu pembuatan kode eBilling Pajak seperti berikut

Cara Daftar eBilling Pajak Online

Pada step ini Anda sudah berhasil melakukan pendaftaran SSE Pajak Versi 1. Silahkan isi sesuai pembayaran pajak yang ingin Anda lakukan. SSE Pajak generasi pertama masih bisa digunakan untuk membuat kode ID Billing Pajak namun dari pengalaman kami dapat disimpulkan bahwa layanan ini sudah tidak lagi dilakukan maintanance sehingga layanan eBilling Pajak ini kurang optimal.

Kami tidak menyarankan Anda untuk menggunakan SSE Pajak generasi pertama ini. Silahkan gunakan eBilling Pajak generasi pertama ini sebagai alternatif jika eBilling Pajak yang baru mengalami error atau gangguan.

Cara Daftar SSE Pajak Versi 2 ~ Terintegrasi dengan DJP Online

Berbeda dengan SSE Pajak generasi pertama, untuk SSE Pajak generasi kedua yang beralamat di https://sse2.pajak.go.id/ ada sedikit usaha yang perlu Anda lakukan. SSE Pajak generasi kedua tidak berdiri sendiri melainkan menjadi satu kesatuan dengan layanan DJP Online.

Karena SSE Pajak generasi kedua menjadi satu bagian dari layanan DJP Online maka yang perlu Anda lakukan adalah melakukan registrasi ke DJP Online. Bagi yang belum tahu, DJP Online adalah layanan Pajak Online yang diberikan Direktorat Jenderal Pajak kepada Wajib Pajak melalui media internet (Baca: DJP Online | One-Stop Tax Services)

Untuk melakukan pendaftaran DJP Online, kami sudah membuatkan artikel tersendiri yang dapat Anda baca di sini Cara Mudah Daftar DJP Online. Silahkan ikuti petunjuk dalam artikel tersebut hingga Anda bisa melakukan log in ke DJP Online.

Menambah eBilling SSE Pajak di DJP Online

Untuk mulai menggunakan eBilling Pajak di DJP Online silahkan Anda log in di link ini https://djponline.pajak.go.id/account/login. Masukkan nomor NPWP dan password Anda di sini.
sse2 pajak go id

Setelah berhasil log in Anda akan dibawa ke dashboard awal menu DJP Online. Di sini silahkan masuk ke menu profile yang ada di samping kiri dashboard

sse2 pajak go id
Klik "Profile Lengkap" sehingga akan muncul data pribadi Anda seperti ini
sse2 pajak go id

Silahkan scroll ke halaman paling bawah sampai muncul menu seperti ini
sse2 pajak go id
Pada menu ini lah Anda dapat menambahkan layanan eBilling SSE Pajak di akun DJP Online Anda. Yang perlu Anda lakukan cukup centang pada bagian e-Billing, kemudian klik "Ubah Akses" dan otomatis akun DJP Online Anda akan ter-log out. Silahkan log in kembali ke https://djponline.pajak.go.id/account/login dan otomatis menu eBilling Pajak muncul di halaman dashboard.

sse2 pajak go id


Jika sebelumnya Anda sudah memiliki akun DJP Online maka sangat mudah bagi Anda untuk menambahkan menu eBilling Pajak ini. Namun jika belum memiliki akun DJP Online maka ada beberapa hal yang sedikit merepotkan karena Anda harus datang ke kantor pajak untuk mendapat kode EFIN untuk mendaftar ke DJP Online.

Namun kami pastikan apa yang Anda dapat setelah terhubung dengan DJP Online jauh lebih besar. Salah satu keunggulan eBilling SSE Pajak generasi kedua adalah kemampuan untuk membuat kode ID Billing Pajak atas NPWP selain milik Anda.

Dengan seperti ini maka Anda tidak perlu repot-repot mendaftarkan akun SSE Pajak untuk setiap nomor NPWP seperti yang terjadi pada eBilling SSE Pajak generasi pertama.

Cara Daftar SSE Pajak Versi 3

SSE Pajak versi 3 adalah versi alternatif saja. Kami katakan seperti itu karena layanan SSE Pajak versi 3 ini diciptakan sebagai backup jika layanan eBilling SSE Pajak generasi pertama maupun generasi kedua mengalami error. Untuk melakukan pendaftaran SSE Pajak versi 3 sangat lah mudah. Berikut panduan singkat dari kami.

Pertama, silahkan buka website https://sse3.pajak.go.id/registrasi. Isi seluruh data yang dibutuhkan dalam formulir tersebut


Setelah terisi semua silahkan klik "Daftar". Kemudian sistem akan mengirimkan link aktivasi ke email Anda


Silahkan cek email Anda, kemudian buka email yg dikirimkan dari sistem eBilling Pajak


Klik link aktivasi yang dikirimkan kemudian log in menggunakan nomor NPWP dan password Anda. Jika sudah berhasil masuk maka Anda akan langsung dibawa ke menu pembuatan kode eBilling Pajak seperti ini


Meskipun eBilling Pajak Alternatif dibuat paling akhir namun pada website ini Anda tidak dapat membuatkan kode ID Billing Pajak untuk NPWP selain NPWP yang Anda gunakan untuk mendaftar pada website ini. NPWP yang tertera dalam kolom formulir pembuatan kode eBilling Pajak  tidak dapat diubah, hal ini sama seperti eBilling Pajak generasi pertama.

Kami pribadi lebih menyarankan untuk menggunakan eBilling Pajak generasi kedua. Selain lebih kaya fitur, layanan eBilling Pajak generasi kedua adalah satu kesatuan dari DJP Online sehingga hal ini akan lebih memudahkan Anda untuk mengakses layanan Pajak Online yang lain.

Buat Kode Billing dan Bayar Pajak

Setelah Anda berhasil membuat akun SSE Pajak untuk salah satu server SSE Pajak tersebut maka Anda sudah bisa mulai membuat kode ID Billing Pajak. Anda tidak perlu mendaftar ke tiga sever SSE Pajak sekaligus. Gunakan sesuai dengan kebutuhan Anda saja.

Pada setiap panduan di atas saya sudah sertakan tampilan dalam pembuatan kode ID Billing Pajak untuk masing-masing server SSE Pajak. Berhubung sudah terlallu panjangnya artikel ini, maka untuk panduan membuat Kode ID Billing dan pembayaran Pajaknya kami sambung di artikel berikut Bayar Pajak Online dengan SSE Pajak.