Tampilkan posting dengan label NPWP Perusahaan. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label NPWP Perusahaan. Tampilkan semua posting

NPWP Hilang dan Rusak Bisa Cetak Ulang dengan Mudah

NPWP Hilang atau Rusak Bisa Cetak Ulang dengan Mudah

NPWP Hilang atau NPWP rusak adalah hal yang biasa terjadi. Kartu NPWP memiliki bentuk fisik yang sama dengan kartu-kartu tanda pengenal yang lain. Berbentuk kartu plastik dengan cetakan nomor NPWP dan identitas Anda.

Jika secara tidak sengaja kartu NPWP hilang atau kartu NPWP rusak, Anda tidak perlu khawatir. Anda cukup melakukan cetak ulang atas NPWP yang hilang tersebut. Anda pun tidak perlu melakukan pendaftaran kembali jika NPWP hilang. Karena walaupun fisik kartu NPWP hilang ataupun rusak, kantor pajak masih memiliki data atas NPWP tersebut.

Syarat Cetak NPWP Hilang Orang Pribadi

Untuk membuat kembali kartu NPWP hilang dapat dilakukan di kantor pajak (tidak bisa secara online seperti saat pembuatan baru). Yang harus Anda lakukan adalah
  1. Mengisi formulir Cetak Ulang NPWP yang telah disedikan di kantor pajak, 
  2. Lengkapi dengan fotokopi KTP Anda. 
  3. Jika yang mengurus bukan Anda sendiri, maka Anda harus melampirkan surat kuasa bermaterai 6.000.
  4. Surat keterangan hilang dari kepolisian

Syarat Cetak NPWP Rusak Orang Pribadi

  1. Mengisi formulir Cetak Ulang NPWP yang telah disedikan di kantor pajak, 
  2. Lengkapi dengan fotokopi KTP Anda. 
  3. Jika yang mengurus bukan Anda sendiri, maka Anda harus melampirkan surat kuasa bermaterai 6.000.
  4. Kartu NPWP lama yang ingin dicetak ulang

Syarat Cetak NPWP Hilang Perusahaan

  1. Mengisi formulir Cetak Ulang NPWP yang telah disedikan di kantor pajak, 
  2. Lengkapi dengan fotokopi KTP Anda. 
  3. Pengurusan NPWP Hilang perusahaan harus direkturnya. Jika yang mengurus bukan direktur, maka harus melampirkan surat kuasa bermaterai 6.000.
  4. Surat keterangan hilang dari kepolisian
  5. Akta pendirian perusahaan

Syarat Cetak NPWP Rusak Perusahaan

  1. Mengisi formulir Cetak Ulang NPWP yang telah disedikan di kantor pajak, 
  2. Lengkapi dengan fotokopi KTP Anda. 
  3. Pengurusan NPWP rusak perusahaan harus direkturnya. Jika yang mengurus bukan direktur, maka harus melampirkan surat kuasa bermaterai 6.000.
  4. Kartu NPWP lama yang ingin dicetak ulang
  5. Akta pendirian perusahaan

Cara Cetak NPWP Hilang atau Rusak

Jika Anda mau mencetak ulang kartu NPWP, pastikan Anda telah melengkapi syarat di atas. Kemudian Anda cukup menyerahkan berkas Anda ke petugas pajak. Jika berkas Anda dianggap benar, maka kartu NPWP akan dicetak saat itu juga tanpa harus menunggu hari berikutnya. Dan saya ingatkan bahwa tidak ada biaya untuk cetak ulang kartu NPWP.

Kegunaan NPWP Bagi Orang Pribadi dan Perusahaan

Kegunaan NPWP Bagi Orang Pribadi dan Perusahaan

NPWP adalah kartu serba guna yang biasanya disyaratkan dalam pengurusan suatu transaksi. Sama hal nya dengan KTP, NPWP berfungsi sebagai identitas seseorang. Bedanya adalah jika KTP merupakan identitas kependudukan, sementara NPWP adalah identitas perpajakan.

Selain berfungsi sebagai kartu identetias perpajakan, NPWP juga memiliki kegunaan yang lain. Anda yang baru akan melamar kerja, Anda yang akan mengajukan kredit, atau Anda yang ingin mengajukan ijin usaha pasti tidak asing saat ditanya tentang kepemilikan NPWP. Mari kita bahasa bersama apa saja sih kegunaan NPWP itu?


Kegunaan NPWP Untuk Melamar Kerja

Anda yang baru akan melamar kerja biasanya diminta untuk melengkapi NPWP sebagai salah satu syarat untuk mendaftar di perusahaan tersebut. Sering kali dikarenakan alasan "diminta" sama perusahaan, Anda sendiri sebenarnya tidak tahu Kegunaan NPWP Untuk Melamar Kerja itu sendiri.

Sehingga yang terjadi adalah setelah punya NPWP, Anda mengabaikan begitu saja tentang kewajiban perpajakan setelah punya NPWP. Perusahaan mensyaratkan NPWP sebagai salah satu syarat pendafataran adalah untuk mempermudah administrasi perusahaan.

Saat Anda diterima bekerja dan memperoleh gaji, maka atas gaji Anda akan dipotong PPh Pasal 21. Perusahaan yang bertindak sebagai pemberi kerja berkewajiban untuk memotong pajak atas gaji Anda kemudian menyetorkannya ke negara. Dan untuk melakukan hal ini, perusahaan membutuhkan nomor NPWP pegawainya.

Jika ternyata Anda tidak diterima bekerja bagaimana?

Kegunaan NPWP Untuk KPR

KPR (Kredit Pemilikan Rumah) adalah kredit yang digunakan untuk membeli rumah atau untuk kebutuhan konsumtif lainnya dengan jaminan/agunan berupa Rumah. Dalam hal perkreditan, kita sudah biasa mendengar istilah bunga atas kredit. Hanya bank berbasis syariah saja yang tidak menggunakan istilah bunga atas kredit yang diberikan.

Dalam perpajakan, bunga kredit atas suatu pinjaman dikenakan pajak. Dan sebagai pemotong pajak, pihak bank biasanya meminta Anda sebagai debitor untuk memberikan nomor NPWP. Kegunaan NPWP Untuk KPR lebih kepada proses pemotongan pajak ini saja.

Kegunaan NPWP Untuk Buka Rekening

Berurusan dengan Bank berarti berurusan dengan bunga. Tidak terkecuali dengan rekening yang kita miliki. Saat membuka rekening baru, beberapa bank mensyaratakan NPWP untuk mendaftar rekening. Mengapa demikian?

Kegunaan NPWP Untuk Buka Rekening adalah mencatat pajak atas bunga bank yang Anda dapatkan. Meskipun angkanya sangat kecil namun tetap saja bank wajib memotong pajak atas bungan yang Anda dapatkan tersebut.

Kegunaan NPWP Bagi Orang Pribadi

NPWP Pribadi dibagi menjadi tiga jenis yaitu NPWP Karyawan, NPWP Pekerjaan Bebas dan NPWP Usahawan. Yang dimaksud karyawan adalah Anda yang bekerja di sebuah entitas atau instansi dan Anda mendapat gaji yang diterima setiap bulan secara konsisten.

Sementara pekerjaan bebas disini adalah pekerjaan atas keahlian tertentu seperti dokter, arsitek, notaris dll. Dan Usahawan sendiri adalah Anda yang memiliki usaha tertentu seperti menjual barang maupun jasa.

Kegunaan NPWP Bagi Pribadi atau Perorangan adalah sebagai sarana untuk memenuhi kewajiban perpajakan Anda. Selain itu dalam beberapa urusan administratif lainnya seperti pembuatan pasport, ijin usaha, kredit bank, Anda biasanya diminta untuk melampirkan NPWP pribadi Anda.

Kegunaan NPWP Bagi Karyawan

Seperti yang sudah kami ulas di atas, perusahaan tempat Anda bekerja membutuhkan NPWP Anda untuk melakukan pemotongan pajak atas gaji Anda. Sehingga Kegunaan NPWP Bagi Karyawan adalah untuk administrasi perusahaan tempat Anda bekerja.

Kegunaan NPWP Bagi Pengusaha

Bagi Pengusaha, NPWP memiliki banyak kegunaan. Mayoritas NPWP digunakan untuk kelengkapan kredit bank. Kegunaan NPWP Bagi Pengusaha yang lain adalah dalam hal perpajakan. Sebagai seorang pengusaha, adakalanya Anda mengajukan pengembalian pajak (restitusi) atas pajak yang Anda bayarkan. Kelebihan pembayaran pajak biasa terjadi bagi Anda yang memiliki transaski jual beli terkait PPN.

Kegunaan NPWP Bagi Perusahaan

Perusahaan merupakan benuk badan hukum dari pengusaha. Kegunaan NPWP Bagi Perusahaan sama dengan Kegunaan NPWP Bagi Pengusaha. Jika Pengusaha adalah tas orang pribadi, sementara Perusahaan adalah badan hukum.

Dalam hal kewajiban pajak keduanya hampir sama. Sehingga Kegunaan NPWP Bagi Perusahaan pun sama seperti pengusaha.


Kegunaan NPWP Bagi Pemerintah

Bagi pemerintah, NPWP adalah identitas yang diberikan kepada seseorang atau perusahaan. Dengan melihat jumlah NPWP, penerimaan pajak, serta produk domestik bruto (PDP), pemerintah memiliki data tax ratio saat ini.

Tax ratio inilah yang menjadi acuan apakah pendapatan dari sektor pajak sudah sesuai dengan rencana pemerintah. Saat ini tax ration Indonesia masih berkisar di angka 11% dari PDB. Angka ini masih jauh tertinggal dibanding negara-negara di ASEAN. Sementara untuk negara maju, tax ratio ada di angka 25% ke atas.

Jadi itu saja yang dapt kami sampaikan tentang Kegunaan NPWP Bagi Orang Pribadi dan Perusahaan. Jika ada yang kurang dipahami silahkan tinggalkan komentar di bawah.

Setelah Punya NPWP Lalu Apa? Baca Kewajiban Pajaknya

Setelah Punya NPWP Lalu Apa?

Mengapa Anda Membuat NPWP?

Setelah punya NPWP lalu apa? Dari pengalaman saya selama 1 tahun menjadi petugas pembuatan NPWP di Kantor Pelayanan Pajak, dapat disimpulkan bahwa tujuan membuat NPWP sebagian besar adalah untuk:
  1. Kredit Bank
  2. Izin Usaha
  3. Melamar Pekerjaan
Padahal fungsi utama NPWP bukan lah untuk hal-hal di atas. Fungsi NPWP sendiri adalah sebagai sarana kantor pelayanan pajak untuk mencatat seluruh administrasi perpajakan yang Anda lakukan. Setelah punya NPWP setiap uang pajak yang Anda setor/bayarkan ke negara dapat tercatat dan dipertanggungjawabkan.

Kredit Bank Setelah Punya NPWP

Mungkin pernah terlintas di benak Anda, mengapa saat Anda ingin meminjam uang di bank maka disyaratkan memiliki NPWP? Secara ringkas dapat dijelaskan, ada unsur pajak penghasilan yang didapatkan oleh pihak bank atas bunga pinjaman dari kredit yang Anda lalukan. Sehingga pihak bank wajib mengetahui NPWP Anda untuk pencatatan pihak bank.

Izin Usaha Setelah Punya NPWP

Untuk mendirikan sebuah badan usaha, Anda perlu mempersiapkan banyak hal, dan salah satunya adalah NPWP. Mengapa harus punya NPWP sebelum memulai usaha? Perlu Anda tahu, setiap orang atau badan yang memiliki penghasilan maka wajib untuk membayar pajak.

Badan usaha yang sudah memiliki penghasilan wajib menyetor pajaknya, sehingga dari awal Anda sudah harus memiliki NPWP agar saat melakukan pembayaran pajak maka semuanya tercatat dalam sistem administrasi kantor pajak.

Melamar Pekerjaan Setelah Punya NPWP

Pada artikel "Cara Membuat NPWP Bagi yang Belum Bekerja" sudah saya jelaskan tentang hal ini. Tidak seharusnya perusahaan mensyaratkan NPWP untuk melamar kerja. Perusahaan menjadikan NPWP sebagai syarat agar saat Anda diterima bekerja, maka perusahaan bisa langsung memotong pajak atas gaji Anda tanpa terbebeni kenaikan tarif sebesar 20% dari tarif normal. Namun jika pada akhirnya jika Anda tidak diterima bekerja di tempat tersebut, maka NPWP tidak diperlukan lagi.

Kewajiban Setelah Punya NPWP

Karena kebanyakan masyarakat masih sangat awam di bidang perpajakan maka yang terjadi adalah kesalahpahaman. Dan hal ini sudah terjadi puluhan tahun bahkan hingga artikel ini Anda baca. Dengan memiliki NPWP bukan berarti selesai sudah urusan Anda.

Malah sebaliknya, setelah punya NPWP maka dimulai pula kewajiban perpajakan Anda untuk menghitung, membayar, dan melaporkan pajak atas penghasilan yang Anda dapatkan.

Setelah punya NPWP, kewajiban untuk menghitung, membayar, dan melaporkan pajak tidak sama untuk masing-masing pemilik kartu NPWP. Sebagai gambaran saja, untuk pegawai/karyawan pajaknya sudah dipotong oleh pemberi kerja setiap bulannya. Sehingga kewajiban menghitung dan membayar sudah diwakilkan oleh pemberi kerja.

Tinggal kewajiban melaporkan pajaknya saja yang dilakukan setahun sekali melalui lapor SPT Tahunan. Melapor pajak bukan membayar pajak, karena sering sekali banyak yang salah paham soal ini. Pajak Anda sudah disetorkan, Anda hanya melaporkan yang sudah disetorkan tersebut.

Sementara jika Anda usahawan, maka setelah punya NPWP, kegiatan menghitung dan membayar pajak harus Anda lakukan sendiri setiap bulannya. Dan di akhir tahun pajak Anda diminta untuk melaporkan pajak yang sudah Anda hitung dan bayarkan tersebut. Namun jika Anda memiliki kewajiban pajak misalkan PPN, maka Anda juga wajib lapor pajak bulanan.

Dan terakhir untuk badan usaha setelah punya NPWP, kegiatan menghitung, membayar, dan melaporkan pajak dilakukan setiap bulannya. Sehingga untuk badan usaha dikenal istilah lapor SPT Masa dan Lapor SPT Tahunan. Penjelasan lebih lengkap bisa Anda baca artikel kami tentang Kewajiban Pajak Perusahaan dan Orang Pribadi

Setelah Punya NPWP Lalu Apa?

Peduli Karena Mengerti Punya NPWP

Mungkin itu saja dari saya, semoga Anda bisa lebih peduli dengan kewajiban setelah punya NPWP. Untuk informasi lebih lengkap, jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi Account Representative (AR) di masing-masing kantor pajak tempat Anda terdaftar. Terima Kasih.

INDEX PERSYARATAN NPWP

Perbedaan NPWP Pusat dan NPWP Cabang

Perbedaan NPWP Pusat dan NPWP Cabang bisa dilihat dari sisi fisik dan fungsinya. Dari sisi fisik, NPWP Pusat dan NPWP Cabang memiliki penomoran NPWP yang berbeda. Sementara dari sisi fungsi, NPWP Pusat dan NPWP Cabang memiliki kewajiban pembayaran dan pelaporan pajak yang berbeda pula. Untuk lebih jelasnya mari kita ulas bersama.

Perbedaan NPWP Pusat dan NPWP Cabang Dari Fisiknya

Secara bentuk kartu antara NPWP Pusat dan NPWP Cabang tidak memiliki perbedaan. Perbedaan yang ada pada fisik kartu NPWP Pusat dan NPWP Cabang hanya berada pada nomornya saja. Untuk lebih jelasnya silahkan lihak format nomor NPWP berikut


Nomor NPWP terdiri atas 3 bagian, yaitu
  1. Kode unik
  2. Kode Kantor Pajak (KPP)
  3. Kode Pusat/Cabang

Format NPWP Pusat



Penomoran NPWP Pusat ditandai dengan akhiran kode "000". NPWP Pusat diberikan untuk Wajib Pajak Orang Pribadi maupun Wajib Pajak Badan.

Format NPWP Cabang



Penomoran NPWP Cabang pada akhir kode NPWP adalah selain kode "000".

Contoh Kasus
Misalkan saja Anda memiliki sebuah CV yang didirikan di Surabaya dengan nomor NPWP 00.111.222.3-444.000. Jika Anda ingin menambah cabang atas CV Anda yang berada di Surabaya maka NPWP untuk cabang tersebut adalah 00.111.222.3-444.001 untuk cabang pertama, 00.111.222.3-444.002 untuk cabang kedua, dan seterusnya.

Sementara jika CV Anda juga memiliki cabang di Luwuk, Sulawesi Tengah, maka kode NPWP Cabang yang diberikan bukan 00.111.222.3-444.003 melainkan 00.111.222.3-832.001.

Jika diperinci maka akan seperti ini
NPWP Pusat Surabaya
00.111.222.3-444.000

NPWP Cabang Surabaya
00.111.222.3-444.001 (Cabang Surabaya 1)
00.111.222.3-444.002 (Cabang Surabaya 2)
00.111.222.3-444.003 (Cabang Surabaya 3)

NPWP Cabang Luwuk
00.111.222.3-832.001 (Cabang Luwuk 1)

NPWP Cabang Palu
00.111.222.3-821.001 (Cabang Palu 1)
00.111.222.3-821.002 (Cabang Palu 2)

dan seterusnya...

Contoh kasus di atas adalah contoh sederhana saja. Kenyataannya ada beberapa perusahaan yang memiliki ratusan bahkan ribuan NPWP Cabang yang tersebar diseluruh Indonesia.

Perbedaan NPWP Pusat dan NPWP Cabang Dari Fungsinya

Secara fungsi umum NPWP Pusat dan NPWP Cabang sama-sama berfungsi untuk mencatat seluruh administrasi perpajakan. Yang membedakan keduanya adalah jenis pajak yang dicatat. Hal ini berkaitan dengan kewajiban atas membayar dan melaporkan pajak antara perusahaan pusat dan perusahaan cabang yang berbeda pula. Berikut penjelasannya

Kewajiban Pajak untuk NPWP Pusat

Kewajiban membayar dan melaporkan pajak untuk NPWP Pusat adalah seluruh jenis pajak seperti Pajak Penghasilan, Bea Materai, maupun Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sesuai dengan jenis dari perusahaan tersebut.

Jadi pada NPWP Pusat, seluruh jenis pajak akan dicatat dan direkam pada NPWP Pusat. Karena beda jenis usaha berarti beda pajak yang dilaporkan, maka sebaiknya Anda berkonsultasi langsung dengan Accont Representative Anda sebelum memulai kewajiban perpajakan.


Kewajiban Pajak untuk NPWP Cabang

Untuk Perusahaan Cabang, kewajiban perpajakannya adalah jenis PPh Potput dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Yang termasuk dalam PPh Potput adlah PPh Pasal 21/26, PPh Pasal 23, dan PPh Pasal 4(2). Khusus untuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) jika dilakukan pemusatan PPN dari cabang ke pusat maka perusahaan Cabang tidak perlu lagi melakukan pelaporan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Kesimpulan

Jadi demikian yang dapat kami sampaikan tentang perbedaan NPWP Pusat dan NPWP Cabang yang bisa dilihat dari sisi fisik dan fungsinya. Selama Anda memahami kewajiban perpajakan atas masing-masing jenis kartu NPWP tersebut maka Anda akan terhindar dari sanksi-sanksi perpajakan yang berlaku.

Cara Membuat NPWP yang Cepat dan Benar


Pada artikel-artikel sebelumnya, saya sudah menjelaskan apa saja syarat pembuatan NPWP serta apa saja yang perlu dilengkapi. Selain itu, saya pun sudah menjelaskan bagaimana membuat NPWP secara online. Nah kali ini saya akan mencoba meringkas tulisan-tulisan yang pernah saya buat menjadi lebih sederhana sehingga memudahkan Anda untuk memahami. Silahkan simak ulasan berikut.

Membuat NPWP secara Online atau Langsung?

Metode pendaftaran NPWP saat ini sudah sangat mudah, bahkan dapat Anda lakukan di atas tempat tidur Anda dengan layanan e-registration dari kantor pajak. Namun kemudahan ini masih terganjal regulasi yang sedikit memakan waktu (14 hari kerja), sehingga untuk pendaftaran NPWP saya lebih menyarankan untuk membuatnya langsung ke kantor pajak karena pembuatan NPWP secara langsung ke kantor pajak hanya 1 hari kerja.

Membuat NPWP lewat konsultan atau urus sendiri?

Sudah bukan rahasia lagi bahwa pengurusan NPWP banyak dilakukan oleh para "konsultan pajak" yang menawarkan kemudahan pembuatan NPWP. Padahal jika Anda tahu, pembuatan NPWP memang tidak sulit jika Anda mau sedikit belajar. Segala materi tentang cara pembuatan NPWP sudah tersedia di blog ini, silahkan Anda pelajari dan jika Anda mengalami kesulitan bisa Anda tanyanyakan langsung di sini.

Tips Membuat NPWP yang Cepat 

  1. Datang lah sendiri ke Kantor Pajak terdekat di daerah Anda  (bukan diwakilkan konsultan/notaris).
  2. Pastikan KTP Anda sesuai dengan lingkup kerja Kantor Pajak tersebut, jika tidak sama silahkan Anda membuat surat keterangan domisili terlebih dahulu. 
  3. Persiapkan persyaratan NPWP dengan lengkap. Persyaratan NPWP bisa Anda baca di sini Persyaratan NPWP Orang Pribadi
  4. Sebagai tambahan, Anda tidak perlu menyiapkan uang dalam jumlah tertentu karena pembuatan NPWP tidak dipungut biaya
  5. Isi formulir pendaftaran NPWP dengan lengkap dan benar, jika Anda ragu silahkan isi sesuai yang Anda tahu dan bisa Anda lengkapi saat petugas memintanya. Silahkan download dan print formulir pendaftaran NPWP di sini : Formulir NPWP atau Anda dapat mengambil langsung di Kantor Pajak.
  6. Serahkan formulir pendaftaran NPWP dan persyaratannya, jawab seperlunya saat ditanya petugas pembuat NPWP.
  7. Secara Aturan, NPWP Anda akan langsung diproses saat itu juga jika sudah dinyatakan lengkap, namun yang perlu Anda tahu NPWP dan Surat Keterangan Terdaftar harus dikirim lewat POS ke alamat yang Anda cantumkan saat mendaftar. Namun dalam kondisi tertentu seperti alamat yang sangat terpencil, kartu NPWP bisa langsung Anda terima saat itu juga.

Langkah Selanjutnya

Jadi kurang lebih seperti itu lah langkah-langkah cara membuat NPWP yang cepat dan benar. Artikel ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi saya selama bertugas di front office kantor pajak. Saat melayani pembuatan NPWP, saya sering menemui masalah-masalah sepele yang kurang dipahami calon pemegang kartu NPWP, sehingga permohonan terpaksa tidak dapat saya proses. Selama persyaratan pembuatan NPWP dapat dipenuhi, maka hari itu juga Anda bisa mendapat kartu NPWP atas diri Anda.

Selain hal di atas, ada hal yang lebih penting dan wajib Anda pahami yaitu kewajiban perpajakan setelah memiliki kartu NPWP. Untuk lebih memahami apa saja yang harus Anda lakukan setelah miliki NPWP, saya sudah membuat artikel khusus tentang hal ini yang bisa Anda baca di sini Kewajiban Setelah Memiliki Kartu NPWP

NPWP Non Efektif | Pengertian dan Cara Mengaktifkan Kembali

NPWP Non Efektif | Pengertian dan Cara Mengaktifkan Kembali

NPWP Non Efektif

Apa itu NPWP Non Efektif? NPWP Non Efektif yang selanjutnya saya sebut NPWP NE adalah keadaan dimana NPWP yang Anda miliki sedang "mati suri". Mengapa hal ini terjadi? Ada beberapa alasan mengapa status untuk NPWP Anda menjadi NPWP NE, yaitu
  1. Anda mengajukan untuk NPWP NE
  2. Kebijakan untuk meng-NE-kan NPWP Anda karena alasan tertentu dari Kantor Pajak
  3. Kesalahan Administrasi
Jadi, status NE itu bisa karena Anda yang menginkan atau bisa juga karena kebijakan kantor pajak. Jika status NPWP Anda menjadi NE maka NPWP Anda tidak dapat digunakan untuk mengurus administrasi perpajakan.

NPWP Non Efektif Tidak Perlu Lapor SPT Tahunan

Jika NPWP staus NE maka Anda tidak wajib lapor SPT Tahunan, baik secara manual maupun secara online. Seperti yang banyak ditanyakan oleh pengujung PajakBro, ketika Bapak/Ibu mulai mendaftar untuk mendapat akun DJP Online tiba-tiba ada pemberitahuan NPWP Non Efektif.

Jika hal ini terjadi, maka Anda tidak perlu melanjutkan proses ini, karena kewajiban melaporkan SPT Tahunan pun telah gugur.

Cara Mengaktifkan Kembali NPWP

Untuk kembali mengaktifkan NPWP Non Efektif Anda harus datang langsung ke kantor pajak, kemudian isi formulir pengaktifan kembali NPWP. Prosesnya langsung saat itu juga, jadi Anda bisa langsung menggunakan NPWP Anda keesokan harinya.