Tampilkan posting dengan label SPT Tahunan. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label SPT Tahunan. Tampilkan semua posting

DJP Online | Tutorial Lapor Pajak Online SPT Tahunan 2017

Impresi pertama membuka situs DJP Online adalah kagum. Tahun ini banyak sekali perbaikan dan penambahan menu pengisian dan pelaporan SPT Tahunan di DJP Online. Bahkan saya pikir, Anda tidak perlu membaca artikel ini untuk melaporkan SPT Tahunan Anda karena penjelasan di website DJP Online sudah sangat lengkap.

Ok, sebelum kita mulai, pastikan Anda sudah memegang Bukti Potong PPh Pasal 21 (1721 Lampiran A2) dari tempat Anda bekerja, dan juga pastikan email yang Anda gunakan saat mendaftar efiling masih bisa digunakan. Berikut contoh Bukti Potong PPh Pasal 21 yang saya terima dari kantor
Contoh Bukti Potong PPh Pasal 21

Langkah #1 Log In DJP Online

Untuk memulai pengisian SPT Tahunan Online, silahkan Anda kunjungi situs efiling Pajak berikut

Cara Mengisi SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online Update 2016


Langkah #2 Membuat SPT Tahunan

Setelah Anda klik logo efiling Pajak tersebut, akan muncul halaman daftar SPT yang pernah Anda buat, kemudian klik tombol "Buat SPT"
Cara Mengisi SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online Update 2016

setelah itu Anda akan disuguhkan pertanyaan-pertanyaan seperti berikut
Contoh #1 Isian untuk Pria dengan pekerjaan sebagai Pegawai
Cara Mengisi SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online Update 2016

Contoh #2 Isian untuk Pria dengan pekerjaan sebagai Pegawai Gaji per tahun di bawah 60 juta
Cara Mengisi SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online Update 2016

Contoh #3 Isian untuk Pria dengan pekerjaan sebagai Pemilik Usaha atau Pekerjaan Bebas
Cara Mengisi SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online Update 2016
Cara Mengisi SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online Update 2016
Keterangan:
Pekerjaan Bebas adalah pekerjaan yang dilakukan oleh orang pribadi yang mempunyai keahlian khusus sebagai usaha untuk memperoleh penghasilan yang tidak terikat oleh suatu hubungan kerja.

Pisah Harta adalah apabila, dikehendaki secara tertulis oleh suami-isteri berdasarkan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan

Menjalankan Kewajiban Perpajakan Sendiri (MT) adalah apabila, dikehendaki oleh isteri yang memilih untuk menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sendiri

e-SPT adalah aplikasi yang dibuat oleh Direktorat Jenderal Pajak untuk digunakan oleh Wajib Pajak untuk kemudahan dalam menyampaikan SPT. Anda dapat mengunduhnya di sini: http://www.pajak.go.id/e-spt

Penghasilan Bruto adalah jumlah seluruh penghasilan bruto yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak sehubungan dengan pekerjaan selama Tahun Pajak yang bersangkutan dari setiap pemberi kerja. Penghasilan tersebut antara lain dapat berupa Gaji/uang pensiun/tunjangan hari tua (THT), Tunjangan PPh, Tunjangan lainnya, uang penggantian, uang lembur dan sebagainya, Honorarium, imbalan lain sejenisnya, Premi asuransi yang dibayar pemberi kerja, Penerimaan dalam bentuk natura dan kenikmatan lainnya yang dikenakan pemotongan PPh Pasal 21, dan Tantiem, bonus, gratifikasi, jasa produksi, THR.

Langkah #3 Cara Mengisi SPT Tahunan Online

Untuk cara pengisian berikut adalah untuk SPT Tahunan OP 1770S (seperti pada Contoh #1). Untuk cara pengisian pada Contoh #2 dan Contoh #3 dapat Anda ikuti penjelasan yang sudah ada di situ efiling pajak. Berikut tampilan awal SPT 1770S, isi Tahun Pajaknya kemudian klik tombol "langkah Berikutnya"

1. Data Form

Cara Mengisi SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online Update 2016
Keterangan:
Tahun Pajak adalah tahun diterima/diperolehnya penghasilan, pilih sesuai tahun penghasilan

Status SPT Normal adalah Jika Anda menyampaikan SPT untuk kali pertama untuk tahun pajak tertentu. Jika Anda memilih normal, nilai pembetulan ke akan terisi otomatis dengan angka nol(0) dan tdk dapat diubah

Status SPT Pembetulan adalah Jika Anda menyampaikan SPT untuk membetulkan SPT yang dilaporkan sebelumnya. Jika Anda memilih pembetulan, Isikan nilai pembetulan ke- berapa SPT Anda pada kotak isian pembetulan dan pastikan bahwa SPT sebelumnya telah Anda Kirimkan ke Direktorat Jenderal Pajak


2. Lampiran II

Selanjutnya untuk langkah ke-2, tampilannya sebagai berikut
Cara Mengisi SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online Update 2016
Isi semua kolom yang disediakan, namun jika tidak ada, bisa langsung Anda klik "Lanjut Ke...."
Keterangan:
Bagian A
isilah kolom sesuai dengan data pemotongan PPh yang bersifat final yang Anda miliki

Bagian B
Ketentuan pengisian Daftar Harta sbb:
  • Tanah (cantumkan lokasi dan luas tanah);
  • Bangunan (cantumkan lokasi dan luas bangunan);
  • Kendaraan bermotor, mobil, sepeda motor (cantumkan merek dan tahun pembuatannya)
  • Kapal pesiar, pesawat terbang, helikopter, jetski, peralatan olah raga khusus, dan sejenisnya
  • Uang Tunai Rupiah, Valuta Asing sepadan US Dollar, Simpanan termasuk tabungan dan deposito di Bank Dalam dan Luar Negeri, Piutang, dan sebagainya dicantumkan secara global
  • Efek-efek (saham, obligasi, commercial paper, dan sebagainya) dicantumkan secara global
  • Keanggotaan perkumpulan eksklusif (keanggotaan golf, time sharing dan sejenisnya)
  • Penyertaan modal lainnya dalam perusahaan lain yang tidak atas saham (CV, Firma) dicantumkan secara global
  • Harta berharga lainnya, misalnya batu permata, logam mulia, dan lukisan dicantumkan secara global
  • Kolom Keterangan : Kolom ini diisi dengan keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu. Misalnya untuk rumah dan tanah diberi keterangan Nomor Objek Pajak (NOP) sesuai yang tertera dalam SPPT PBB.
Bagian C
Daftar ini digunakan untuk melaporkan jumlah kewajiban/utang pada akhir Tahun Pajak

Contoh:
ilustrasi:Bila Anda meminjam sejumlah uang kepada Bank A Jl. Gatot Subroto No. 40 Jakarta sebesar Rp. 100.000.000 pada Tahun 2013. Sampai dengan akhir Tahun 2015 sisa pinjaman yang masih harus dilunasi kepada Bank A adalah sebesar Rp. 20.000.000.

Maka cara pengisiannya adalah sbb:
Nama Pemberi Pinjaman : Bank A
Alamat Pemberi Pinjaman : Jl. Gatot Subroto No. 40 Jakarta
Tahun Peminjaman : 2013
Jumlah : Rp. 20.000.000

Bagian D
Bagian ini diisi dengan daftar susunan anggota keluarga yang menjadi tanggungan sepenuhnya Wajib Pajak, sesuai kondisi awal tahun pajak.


3. Lampiran I

Pada halaman ini, karena status Anda adalah pegawai/karyawan, maka Bagian C adalah yang WAJIB Anda isi, berikut contohnya

Gambar #1 Menu Lampiran I
Cara Mengisi SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online Update 2016

Gambar #2 Contoh isian bukti potong
Cara Mengisi SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online Update 2016
Jumlah PPh yang dipotong bisa Anda lihat pada Bukti Potong PPh 21 dari Bendahara

Gambar #3 Tampilan Bukti potong berhasil di-input
Cara Mengisi SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online Update 2016


4. Induk SPT

Pada halaman ini Anda disuruh memasukkan angka-angka yang ada dalam bukti potong ke dalam formulir SPT Tahunan Online, berikut tampilannya
Cara Mengisi SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online Update 2016

Isi seluruh bagian (A hingga F) dan yang terpenting adalah pada bagian E (PPh Kurang/Lebih Bayar). Untuk karyawan/pegawai bagian ini seharusnya terisi NIHIL. Jika terjadi kurang/lebih bayar maka cek kembali bukti potong pada Lampiran I. Konsekuensi jika terjadi kurang bayar adalah, Anda diharuskan membayar pajak yang kurang dibayarkan. Namun jika terjadi lebih bayar, maka akan dilakukan Pemeriksaan Pajak atas diri Anda. Kedua opsi ini kurang baik, untuk itu coba teliti kembali. Anda juga bisa konsultasikan ke bendahara kantor jika hal ini terjadi.

Keterangan:
Bagian Identitas
Pada pilihan Status Kewajiban Perpajakan Suami Istri, pilih :
  • HB apabila, suami-isteri telah hidup berpisah berdasarkan putusan hakim;
  • PH apabila, dikehendaki secara tertulis oleh suami-isteri berdasarkan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan; atau
  • MT apabila, dikehendaki oleh isteri yang memilih untuk menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sendiri
Bagian A.1
Jumlah Penghasilan Neto Dalam Negeri Sehubungan dengan Pekerjaan diambil dari :
  • Kolom B No.12 (Untuk Formulir 1721-A1)
  • Kolom B No.15 (Untuk Formulir 1721-A2)
  • Kolom 2 (Untuk Formulir 1721-VI)
Bagian A.3
cukup jelas

Bagian A.5
Bagian ini diisi jumlah zakat/sumbangan keagamaan yang bersifat wajib atas penghasilan yang menjadi objek pajak yang nyata-nyata dibayarkan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi kepada badan amil zakat atau lembaga amil zakat atau lembaga pengelola sumbangan keagamaan lainnya yang dibentuk dan disahkan oleh Pemerintah, sesuai dengan bukti setoran yang sah.

Bagian B.7
Tanggungan dan status. Contoh: menikah anak satu maka PTKP-nya K-1 sebesar Rp 42.000.000

Bagian C.10
Untuk jenis pajak Pasal 24, jumlah PPh yang dipotong/dipungut adalah mana yang lebih kecil antara jumlah yang sebenarnya atau jumlah tertentu. Dalam hal penghasilan yang diterima/diperoleh di luar negeri berasal dari beberapa negara, maka penghitungan kredit pajak berdasarkan formula tersebut tidak termasuk Pajak yang bersifat final sebagaimana dimaksud Pasal 4 ayat (2), Pasal 8 ayat (1) dan ayat (4) Undang-Undang PPh.

Bagian D.14 a
Diisi dengan jumlah PPh yang telah dibayar sendiri selama tahun pajak bersangkutan berupa PPh Pasal 25 Tahun Pajak yang bersangkutan termasuk jumlah pelunasan PPh yang terutang berdasarkan penghitungan sementara dalam hal Wajib Pajak Menyampaikan pemberitahuan permohonan perpanjangan jangka waktu penyampaian SPT tahunan

Bagian D.14 b
Diisi dengan jumlah pokok PPh yang ada di dalam Surat Tagihan Pajak, tidak termasuk sanksi administrasi berupa bunga dan/atau denda

Bagian Pembayaran
  • Apabila berdasar hitungan sistem, status SPT Anda Kurang Bayar, sistem akan menampilkan panel pembayaran
  • Apabila Anda sudah melakukan pembayaran atas kekurangan pembayaran pajak, pilih Sudah, dan masukkan NTPN dari Bukti Penerimaan Negara yang Anda miliki, serta tanggal pembayarannya
  • Apabila Anda belum melakukan pembayaran, sistem ini memberikan layanan pembuatan Kode Billing, yang dapat Anda gunakan untuk melakukan pembayaran di Bank baik secara online(internet banking) atau datang langsung ke Bank
  • Apabila Anda belum aktif sebagai user ebilling di DJP Online, aktifkan terlebih dahulu

Bagian E.17 Jika Status Lebih Bayar
  • Permohonan Tidak berlaku apabila kelebihan berasal dari PPh yang Ditanggung Pemerintah (DTP)
  • Pilihan DIKEMBALIKAN DENGAN SKPPKP PASAL 17C(WP dengan Kriteria Tertentu), merupakan pengembalian pendahuluan kelebihan pembayaran pajak yang diberikan kepada wajib pajak dengan kriteria tertentu (WP Patuh)yang ditetapkan oleh Kanwil DJP. Persayaratan WP dengan kriteria tertentu dapat dilihat pada Pasal 17C UU KUP dan Pasal 1 PMK Nomor 192/PMK.03/2007
  • Pilihan DIKEMBALIKAN DENGAN SKKPP PASAL 17D (WP yang memenuhi persyaratan tertentu), merupakan pengembalian pendahuluan kelebihan pembayaran pajak yang dapat diberikan kepada WP selain kriteria di atas yang memenuhi persyaratan tertentu sesuai Pasal 17D UU KUP dan Pasal 1 dan 2 PMK Nomor 193/PMK.03/2007


Langkah #4 Lapor SPT Tahunan

Selesai mengisi formulir, pada langkah ke-5 Anda diminta untuk mengirimkan SPT Tahunan Online yang sudah Anda isi, tampilannya sebagai berikut
Cara Mengisi SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online Update 2016
Klik tombol "di sini"

Silahkan Anda klik tombol "di sini" kemudian cek email yang terhubung dengan akun efiling pajak Anda. Berikut contoh email kode verifikasi
Cara Mengisi SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online Update 2016
Copy kode Verifikasi, dan masukkan ke kolom Kirim SPT

Setelah Anda memasukkan Kode Verifikasi ke kolom Kirim SPT, silahkan klik tombol "Kirim SPT". Jika berhasil maka Anda akan diarahkan kembali ke halaman daftar SPT seperti berikut
Cara Mengisi SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online Update 2016

Untuk melihat bukti tanda terima SPT Tahunan elektronik, silahkan klik logo printer pada kolom daftar SPT di atas, berikut contoh Tanda terima SPT Tahunan elektronik yang saya terima
Cara Mengisi SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online Update 2016

Penutup

Jadi demikian lah proses pengisian SPT Tahunan Online dengan Efiling DJP Online. Seluruh proses dalam artikel ini sudah saya lakukan sendiri dari step awal hingga akhir. Cetak lah Tanda terima SPT Tahunan elektronik jika bendahara kantor Anda memintanya.

Artikel Sebelumnya
DJP Online | Cara Lapor Pajak SPT Tahunan 2015

Belum punya akun efiling? Baca dulu artikel ini
Panduan Pendaftaran DJP Online

Cara Pembetulan SPT Tahunan Orang Pribadi Secara Online

Pembetulan SPT Tahunan adalah melaporkan SPT Tahunan yang sudah Anda revisi untuk tahun pajak yang sama. Pembetulan SPT Tahunan dapat dilakukan beberapa kali. Yang perlu Anda ketahui adalah pembetulan SPT Tahunan ada konsekuensinya. Konsekuensi pembetulan SPT adalah jika pada SPT Pembetulan tersebut ada pajak yang kurang dibayarkan, maka atas kekurangan pembayaran tersebut akan ditambahkan bunga sebesar 2% dikali dengan berapa bulan dari jatuh tempo pelaporan SPT Tahunan.

Pembetulan SPT Tahunan dapat dilakukan secara manual maupun secara online. Kali ini kami akan memberikan tutorial singkat Pembetulan SPT Tahunan Orang Pribadi Secara Online. Silahkan simak ulasan kami berikut.

Pembetulan SPT Tahunan Online

Untuk melakukan Pembetulan SPT Tahunan Orang Pribadi Secara Online sangat lah mudah. Jika sebelumnya Anda tidak bermasalah saat melakukan pelaporan pajak online melalui DJP Online maka seharusnya untuk Pembetulan SPT Tahunan Orang Pribadi Secara Online ini juga tidak akan bermasalah.

Yang pertama, silahkan log in dulu ke DJP Online melalui link berikut https://djponline.pajak.go.id/account/login. Setelah itu Anda akan dibawa ke dashboard e-Filing DJP Online seperti pada tampilan berikut
Cara Pembetulan SPT Tahunan Orang Pribadi Secara Online

Seperti yang terlihat pada gambar di atas, kami sudah pernah melakukan Pembetulan SPT Tahunan Orang Pribadi Secara Online untuk tahun pajak 2014.

Untuk mulai melakukan Pembetulan SPT Tahunan Orang Pribadi Secara Online silahkan klik buat SPT sehingga akan muncul tampilan isi Formulir SPT seperti berikut
Cara Pembetulan SPT Tahunan Orang Pribadi Secara Online

Silahkan jawab pertanyaan yang muncul pada formulir SPT yang disediakan. Untuk contoh di atas adalah contoh pengisian jawaban untuk jenis formulir SPT 1770S. Selesai menjawab pertanyaan yang ada, silahkan klik tombol SPT 1770S dengan formulir, sehingga akan muncul tampilan seperti beikut
Cara Pembetulan SPT Tahunan Orang Pribadi Secara Online
Ini lah bagian terpenting. Silahkan isi SPT Tahunan untuk tahun pajak kapan yang ingin dilakukan pembetulan. Kemudian untuk Status SPT pilih "Pembetulan Ke-". Untuk pembetulan pertama silahkan isi angka 1, jika ini merupakan pembetulan SPT Tahunan ke-2 maka isi angka 2 dan seterusnya. Setelah itu tinggal klik tombol "Langkah Berikutnya"

Pengisian SPT Tahunan Pembetulan

Untuk pengisian Pembetulan SPT Tahunan Orang Pribadi Secara Online caranya sama dengan pengisian SPT Tahunan dengan status Normal. Jadi Anda bisa melanjutkan membaca panduan Pembetulan SPT Tahunan Orang Pribadi Secara Online pada artikel berikut

Untuk penghasilan setahun kurang dari 60 juta
DJP Online | Cara Mengisi SPT Tahunan 1770SS 2016 (Bonus Video)

Untuk penghasilan setahun lebih dari 60 juta
DJP Online | Cara Mengisi SPT Tahunan 1770S 2016

Pengertian SPT Masa dan SPT Tahunan (Lengkap dengan Contohnya)

Selain kewajian untuk membayar pajak, Anda juga memiliki kewajiban untuk melaporkan pajak yang sudah Anda bayar. Media untuk pelaporan pajak adalah Surat Pemberitahuan atau biasa disingkat SPT. SPT dibagi menjadi dua yaitu SPT Masa dan SPT Tahunan. Apa pengertian SPT Masa? Apa pengertian SPT Tahunan? Mari kita pelajari bersama.

Pengertian Surat Pemberitahuan (SPT)

Surat Pemberitahuan (SPT) adalah media pelaporan pajak yang sudah Anda bayarkan. Walaupun istilah yang dipakai adalah surat, kenyataanya SPT berbentuk semacam formulir. Formulir SPT memiliki bentuk baku yang tidak boleh dimodifikasi baik ukuran maupun formatnya.

Formulir SPT diisi sesuai dengan kolom-kolom yang sudah disediakan, Anda tidak perlu menambah atau mengurangi kolom yang sudah ada. Anda tidak perlu mengisi semua kolom yang disediakn. Cukup isi kolom yang Anda butuhkan saja.

Formulir SPT terdiri atas dua formulir yaitu Formulir SPT Masa dan Formulir SPT Tahunan. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Dan bentuk formatnya pun sama sekali tidak sama. Berikut penjelasannya.

Pengertian SPT Masa

SPT Masa adalah SPT yang dilaporkan setiap bulannya. Jenis pajak yang harus dilaporkan setiap bulannya melalui SPT Masa adalah PPh Pasal 21, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, PPh Pasal 25, PPh Pasal 4 (2), PPh Pasal 15, dan PPN.

Walaupun sama-sama SPT Masa, namun setiap jenis pajak memiliki format SPT Masa yang berbeda satu sama lain. Hal ini berkaitan dengan objek dan tarif pajak yang berbeda untuk setiap jenis pajak.

Batas Pelaporan SPT Masa

Selain memiliki bentuk formulir yang berbeda, batas waktu pelaporan SPT Masa pun juga berbeda. Untuk jenis SPT Masa PPh maksimal dilaporkan pada tanggal 20 bulan berikutnya. Sementara untuk jenis SPT Masa PPN maksimal dilaporkan pada akhir bulan berikutnya.

Jika batas pelaporan SPT Masa ini jatuh pada hari libur, misalkan untuk tanggal 20 tersebut adalah hari minggu atau hari libur nasional, maka batas pelaporan SPT Masa adalah pada keesokan harinya yaitu pada tanggal 21 atau tanggal 22 sesuai dengan hari kerja kantor pajak.

Contoh SPT Masa

Karena jenis SPT Masa ini bermacam-macam sesuai dengan jenis pajaknya, maka saya berikut satu contoh saja untuk SPT Masa, berikut adalah contoh SPT Masa PPh Pasal 21
contoh SPT Masa PPh Pasal 21

Pengertian SPT Tahunan

SPT Tahunan SPT yang dilaporkan setiap akhir tahun pajak. SPT Tahunan terdiri atas dua jenis SPT yaitu SPT Tahunan Orang Pribadi dan SPT Tahunan Badan. SPT Tahunan Orang Pribadi masih dibagi menjadi 3 jenis formulir SPT yaitu SPT Tahunan Orang Pribadi 1770, SPT Tahunan Orang Pribadi 1770S, dan SPT Tahunan Orang Pribadi 1770SS. Sementara untuk SPT Tahunan Badan hanya satu jenis saja.


Batas Pelaporan SPT Tahunan

Batas Pelaporan SPT Tahunan juga dibagi menjadi dua yaitu Batas Pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi dan Batas Pelaporan SPT Tahunan Badan. Untuk Batas Pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi adalah 3 bulan sejak berakhirnya masa pajak. Sementara Batas Pelaporan SPT Tahunan Badan adalah 4 bulan sejak berakhirnya masa pajak.

Apa yang dimaksud dengan berakhirnya masa pajak itu? Pemahaman yang selama ini beredar,  Batas Pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi adalah 31 Maret. Sementara Batas Pelaporan SPT Tahunan Badan adalah 30 April. Padahal kenyataanya tidak selalu seperti itu. 

Untuk Wajib Pajak yang tahun bukunya berakhir pada 31 Desember batas akhir pelaporan pajaknya memang 31 Maret (OP) dan 30 April (Badan). Namun untuk Wajib Pajak yang tahun bukunya berakhir pada 31 Juli maka batas lapornya bukan lagi 31 Maret (OP) dan 30 April (Badan) melainkan 31 Oktober (OP) dan 30 Nopember (Badan).

Contoh SPT Tahunan Orang Pribadi 1770

Contoh SPT Tahunan Orang Pribadi 1770

Contoh SPT Tahunan Badan

Contoh SPT Tahunan Badan

Cara Mengisi SPT Tahunan 1770SS Secara Online 2017

SPT Tahunan 1770SS adalah formulir lapor pajak paling sederhana, selama Anda mengisi sesuai dengan bukti potong pajak yang Anda pegang, maka seharusnya sudah tidak ada masalah. SPT Tahunan 1770SS digunakan untuk pegawai/karyawan dengan penghasilan di bawah 60 juta dalam satu tahun. SPT Tahunan 1770SS juga digunakan untuk Anda yang belum memiliki penghasilan namun sudah memiliki kartu NPWP.

Bagi yang tidak memiliki penghasilan sama sekali dalam satu tahun silahkan laporkan SPT Tahunan 1770SS NIHIL. Pada formulir SPT Tahunan 1770SS ini Anda hanya perlu mengisi bagian C (Daftar Harta dan Kewajiban) saja jika ada.
Pernah mengalami SPT Tahunan 1770 SS Lebih Bayar Seperti ini?
Lapor Pajak Online SPT Tahunan 1770SS
Lapor Pajak Online SPT Tahunan 1770SS
Cek PTKP, harus sesuai dengan bukti potong pajak 
Lapor Pajak Online SPT Tahunan 1770SS
Lapor Pajak Online SPT Tahunan 1770SS

Sudah Anda isi Penghasilan Netto dan PTKP-nya
Selanjutnya perhatikan gambar berikut
Lapor Pajak Online SPT Tahunan 1770SS
Lapor Pajak Online SPT Tahunan 1770SS

SPT Tahunan 1770SS harus nihil untuk pegawai / karyawan
Lapor Pajak Online SPT Tahunan 1770SS
Lapor Pajak Online SPT Tahunan 1770SS
Jadi yang terpenting untuk SPT Tahunan 1770SS adalah 
Penghasilan Netto, PTKP, dan Pajak yang dipotong pihak lain
Lapor Pajak Online SPT Tahunan 1770SS
Lapor Pajak Online SPT Tahunan 1770SS

Selanjutnya...
Lapor Pajak Online SPT Tahunan 1770SS
Lapor Pajak Online SPT Tahunan 1770SS
Selanjutnya...
Lapor Pajak Online SPT Tahunan 1770SS
Lapor Pajak Online SPT Tahunan 1770SS

Selamat!!! Seharusnya jika Anda isi persis seperti penjelasan gambar di atas maka SPT Tahunan 1770SS sudah pasti benar dan Nihil. Silhakan share jika menurut Anda artikel Cara Mengisi SPT Tahunan 1770SS Secara Online 2017 ini bermanfaat untuk Anda.

Telat Lapor Pajak Tidak Kena Sanksi, Asalkan?

Telat lapor pajak SPT Tahunan 2015

Telat lapor pajak SPT Tahunan 2015 melewati Batas Waktu Pelaporan SPT Tahunan akan dikenakan sanksi sesuai aturan perpajakan. Sanksi atas keterlambatan atau tidak lapor SPT Tahunan dikenakan sesuai dengan jenis SPT Tahunan. Untuk orang pribadi sebesar Rp 100.000 dan untuk badan Rp 1.000.000 (Selengkapnya: Sanksi Tidak Melaporkan SPT Tahunan). Namun khusus untuk SPT Tahunan 2015 pribadi untuk tahun 2016 ini ada pengecualian.

Lapor Pajak Online

Cara agar tidak kena sanksi atas telat lapor pajak SPT Tahunan 2015 adalah dengan melaporkan pajak secara online menggunakan aplikasi DJP Online dengan batas waktu hingga 30 April 2016. Pengecualian ini ditetapkan berdasarkan keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP - 49/PJ/2016 Tentang Pengeculian Sanksi Pajak. Untuk pelaporan pajak SPT Tahunan secara manual batas waktu pelaporan pajak tetap berlaku aturan umum yaitu tanggal 31 Maret 2016. Sehingga jika saat ini Anda ingin melaporkan pajak SPT Tahunan 2015 secara manual maka akan tetap dikenakan sanksi karena sudah melewati tanggal 31 Maret 2016.

Cara Lapor Pajak Online

Untuk melaporkan pajak online pertama Anda harus mendapat kode e-FIN langsung ke kantor pajak. Setelah itu silahkan mendaftarakan diri ke layanan DJP Online. Jika sudah memiliki akun DJP Online, Anda sudah bisa melakukan pelaporan pajak secara online. Perlu diketahui, pelaporan pajak online ini dapat dilakukan diluar jam kerja kantor pajak dan dapat dilakukan pada hari libur, sehingga Anda dapat mengatur waktu Anda sendiri untuk mulai melaporkan pajak Anda.



Batas Pelaporan SPT Tahunan 2016/2017


Batas Akhir Waktu Pelaporan SPT Tahunan

Batas waktu lapor pajak spt tahunan dibagi menjadi dua, yaitu batas waktu lapor spt tahunan orang pribadi dan batas waktu lapor spt tahunan badan. Untuk SPT Tahunan Orang Pribadi maksimal dilaporkan tanggal 31 Maret, sedangkan untuk SPT Tahunan Badan maksimal 30 April.

Batas waktu pelaporan spt tahunan tersebut adalah informasi yang umumnya berlaku untuk Wajib Pajak Orang pribadi maupun Wajib Pajak Badan, untuk lebih detail tentang batas akhir lapor pajak bisa di baca di sini Lapor Pajak Terakhir Bukan 31 Maret

Batas Akhir Waktu Pelaporan SPT Tahunan Online 2016

Sudah baca artikel ini Pelaporan Pajak Online Diperpanjang Hingga 30 April 2016. Seperti yang tertulis dalam artikel tersebut, batas akhir pelaporan spt tahunan orang pribadi secara online melalui e-Filing DJP Online diperpanjang hingga 30 April 2016. Dasar aturan ini adalah Pengumuman resmi Direktur Jenderal Pajak Nomor Peng-03/PJ.09/2016 serta Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-49/PJ/2016.

Saya pribadi sempat berfikir tentang perpanjangan batas waktu lapor spt tahunan ini. Karena hal ini bukan lah yang pertama. Tahun 2014 saat pertama kali e-Filing Pajak Online dikenalkan ke masyarakat juga sempat terjadi sedikit permasalahan di lapangan, yang mengakibatkan lapor pajak online tidak bisa dilakukan di akhir-akhir batas waktu lapor spt tahunan.

Sehingga waktu itu pelaporan pajak online untuk orang pribadi juga diperpanjang hingga 30 April 2014. Maka dari itu, sejak tadi pagi saya selalu memantau seluruh perkembangan kondisi pelaporan pajak online ini. Dan benar saja, sekitar jam 13.00 WIB keluar lah surat pengumuman Direktur Jenderal Pajak Nomor Peng-03/PJ.09/2016.

SPT Tahunan Online Bukan Manual

Sebagai penutup, hal terpenting yang perlu saya sampaikan adalah perpanjangan waktu lapor spt tahunan ini hanya berlaku untuk lapor pajak SPT Tahunan Orang Pribadi secara online. Untuk lapor pajak spt tahunan secara manual tetap menggunakan aturan baku yaitu tanggal 31 Maret 2016.

Dan perlu saya ingatkan kembali, gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya, mumpung masih ada waktu 1 bulan lagi jangan tunggu sampai tanggal jatuh tempo, dan untuk Anda yang bekerja selain sebagai ASN/ABRI/POLRI jika Anda belum lapor pajak maka saya sarankan untuk lapor segera online saja, karena selain menghemat waktu dan biaya, Anda pun masih punya waktu yang cukup untuk melaporkan spt tahunan 2015.

Batas Akhir Pelaporan SPT Tahunan 2017

Batas Waktu Pelaporan SPT Tahunan 2017 untuk orang pribadi adalah 31 Maret 2017. Dan Batas Waktu Pelaporan SPT Tahunan 2017 untuk perusahaan adalah 30 April 2017. Jika ada perubahan jadwal batas lapor pajak akan kami informasikan di blog ini selanjutnya.

UPDATE
Batas Akhir Pelaporan SPT Tahunan 2017 diperpanjang hingga 21 April 2017. Selengkapnya baca di sini.


Cara Mengisi SPT Tahunan e-Filing Pajak Online
DJP Online: Mengisi e-Filing SPT Tahunan 2016

Sanksi Tidak Lapor Pajak
Sanksi Tidak Melaporkan SPT Tahunan