CARA MENGHITUNG PTKP 2018 DAN PPH PASAL 21 PEGAWAI / KARYAWAN

CARA MENGHITUNG PTKP 2018 DAN PPH PASAL 21 PEGAWAI / KARYAWAN

Penghasilan Tidak Kena Pajak

Penghasilan Tidak Kena Pajak adalah penghasilan yang dikecualikan dari perhitungan pajak penghasilan PPh Pasal 21. Penghasilan Tidak Kena Pajak merupakan asumsi DJP atas penghasilan yang benar-benar Anda keluarkan untuk memenuhi kebutuhan dasar Anda selama satu tahun, sehingga atas penghasilan tersebut dikecualikan dari perhitungan pajak penghasilan PPh Pasal 21 sesuai dengan Undang Undang Pajak Penghasilan No 36 Tahun 2008.

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) merupakan unsur terpenting dalam menghitung pajak penghasilan PPh Pasal 21. Hal itu dikarenakan PTKP merupakan pengurang terbesar atas penghasilan Anda pada tahun pajak yang bersangkutan.

Besarnya PTKP akan disesuaikan dengan keadaan perekonomian negara pada tahun yang bersangkutan dan dapat diubah melalui Peraturan Menteri Keuangan. Sehingga besarnya PTKP belum tentu sama untuk tiap tahunnya (Baca: Tarif PTKP Tahun 2001 sampai tahun 2016). Dan selama aturan atas PTKP belum diubah, maka tarif PTKP yang berlaku adalah tarif yang terakhir ditetapkan.

Cara Menghitung PTKP

Untuk Menghitung PTKP yang perlu dilihat adalah status dan tanggungan yang dimiliki oleh pemegang kartu NPWP. Dan perlu saya tegaskan kembali di sini, DJP melihat sebuah keluarga sebagai satu kesatuan ekonomi, sehingga secara aturan umum, satu keluarga hanya boleh memiliki satu NPWP.

Dalam kasus tertentu suami dan istri masing masing memiliki kartu NPWP maka beban atas PTKP diberikan kepada suami, dan PTKP untuk istri "dianggap" belum kawin dan tidak memiliki tanggungan (TK/0). Misalkan saja, Anda (suami) dan istri Anda memiliki seorang anak, maka status atas PTKP Anda adalah K/1 (kawin dengan 1 tanggungan) sementara istri Anda berstatus TK/0.

Kode status untuk PTKP dibagi menjadi dua yaitu status pernikahan dan tanggungan. Untuk status pernikahan diberi kode TK untuk Tidak Kawin, dan kode K untuk Kawin. Sementara tanggungan diberi kode angka yaitu 0, 1, 2, dan maksimal 3. Sebagai contoh jika seorang suami dengan 1 anak maka kode PTKP nya adalah K/1. Namun jika anaknya 5 maka tidak boleh ditulis K-5, maksimal hanya 3 tanggungan, jadi statusnya adalah K-3.

Sehingga kode-kode PTKP yang berlaku adalah
  1. Status Lajang (TK)  ~ TK/0 , TK/1 , TK/2 , TK/3
  2. Status Menikah (K) ~ K/0 , K/1 , K/2 , K/3
  3. Status PTKP Digabung (K/I) ~ K/I/0 , K/I/1 , K/I/2 , K/I/3 
Agar status pernikahan atau status tanggungan dapat diperhitungkan dalam PTKP, maka status tersebut sudah berubah sejak tahun pajak sebelumnya. Jika Anda memiliki anak pada tanggal 2 Januari 2015, maka tanggungan atas anak tersebut tidak boleh dimasukkan kedalam tanggungan PTKP 2015

Contoh Kasus Perhitungan PTKP

Misalkan Budi adalah seorang pria lajang. Maka kode PTKP yang digunakan adalah TK/0 sebagai kode dasar perhitungan. Sesuai dengan PTKP 2016, untuk TK/0 berlaku angka Rp 54.000.000. Dan untuk setiap tanggungan diberi penambahan sebessar Rp 4.500.000. Jika Budi akhirnya menemukan dambaan hati dan menikah maka status berubah menjadi K/0 sehingga PTKP nya adalah Rp 54.000.000 + Rp 4.500.000 = Rp 58.500.000.

Dengan pernikahan yang membahagiakan ini akhirnya Budi memiliki satu anak maka statusnya naik menjadi K/1 sehingga PTKP nya adalah Rp 54.000.000 + Rp 4.500.000 + Rp 4.500.000 = Rp 63.000.000.

Dengan memiliki anak, kebutuhan rumah tangga meningkat, sehingga keadaan memaksa sang Istri untuk bekerja dan ber-NPWP. Jika perhitungan pajak penghasilan mereka digabungkan maka otomatis menghitung PTKP istri bekerja adalah K/I/1 (K/1 + TK/0) sehingga besarnya PTKP yang dia dapat gunakan adalah Rp 63.000.000 + Rp 54.000.000 = Rp 117.000.000.

Perhitungan PPh Pasal 21 Gaji di bawah PTKP

Banyak yang bertanya tentang penghasilan dibawah PTKP. Untuk mempermudah pemahaman mari kita buat sebuah kasus. Anggap saja saat masih lajang Budi adalah seorang pegawai bank dengan gaji Rp 4.000.000 per bulan. Maka dalam satu tahunnya penghasilan Budi adalah Rp 4.000.000 x 12 = Rp 48.000.000.

Berdasarkan PTKP 2016, status Budi adalah TK/0 dengan PTKP sebesar Rp 54.000.000. Sehingga gaji dalam satu tahun besarnya kurang dari besarnya PTKP. Karena Gaji - PTKP kurang dari "0", maka atas penghasilan Budi tidak ada yang dipotong Pajak Penghasilan PPh Pasal 21.

Jadi secara sederhana dapat disimpulkan bahwa, untuk gaji 4 juta perbulan tidak ada potongan pajak penghasilan atas gaji yang diterima, kurang lebihnya seperti itu.

Perhitungan PPh Pasal 21 Gaji di atas PTKP

Berikut contoh perhitungan PPh pasal 21 atas gaji di atas PTKP (di contoh ini masih menggunakan PTKP 2015, untuk PTKP 2018 atau yang lebih baru bisa disesuaikan)
Gaji di Bawah 3 Juta Tidak Bayar Pajak

Tarif PTKP terbaru mengacu pada aturan yang terakhir ditetapkan. Sehingga untuk tahun 2018 ini tarif PTKP nya masih menggunakan tarif PTKP 2016 dasar aturannya adalah PMK Nomor 101/PMK.010/2016.

PENJELASAN CARA HITUNG PTKP

Jika Anda penasaran bagaimana cara menghitung tarif PTKP berdasarkan dengan status perkawinan dan tanggungan bisa Anda pelajari di infografis berikut

Penghasilan Tidak Kena Pajak
Penghasilan Tidak Kena Pajak
Penghasilan Tidak Kena Pajak
Penghasilan Tidak Kena Pajak
Penghasilan Tidak Kena Pajak

Berlangganan update artikel terbaru via email:

4 Responses to "CARA MENGHITUNG PTKP 2018 DAN PPH PASAL 21 PEGAWAI / KARYAWAN"

  1. min bagaimana cara lapor SPT tahunan untuk orang dengan pekerjaan sebagai karyawan tetapi mempunyai pekerjaan sampingan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pakai formulir 1770 pak. Untuk pajak karywan sudah dipotong pajaknya oleh kantor, sementara pekerjaan sampingannya silahkan dibayar sendiri pajaknya sebesar 1% dari omset

      Hapus
  2. Pak klo data blm diubah dari blm menikah pdhal sdh menikah dan ada 2 anak.merugikan kita sbgai karyyawan atau perusahaan atau pemerintah pak.Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau PTKP tidak sesuai maka yang rugi adalah karyawan, karena pemotongan pajak akan lebih besar. Bagi perusahaan tidak akan dirugikan karena pajak dipotong dari gaji bapak

      Hapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel