-->
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ketahui Status Pusat Cabang Pada NPWP Online Biar Gak Bingung

Bagi Anda yang sedang atau akan melakukan pendaftaran NPWP secara online, mungkin masih bingung ketika dihadapkan opsi untuk memilih status pusat cabang npwp yang akan Anda buat. Maksud status pusat cabang npwp itu seperti apa ?

Sederhananya bisa kami jelaskan bahwa NPWP pusat atau NPWP induk adalah NPWP utama. Yang artinya jika Anda baru pertama kali membuat NPWP maka yang harus Anda pilih adalah NPWP Pusat / Induk.

Sebagai pengetahuan untuk Anda, di sini saya ajak Anda untuk lebih paham apa sih perbedaan NPWP pusat dan NPWP cabang dilihat dari sisi fisik dan fungsinya. Untuk lebih jelasnya mari kita ulas bersama.

Perbedaan NPWP dari Fisiknya

Secara bentuk kartu antara NPWP Pusat dan NPWP Cabang tidak memiliki perbedaan. Perbedaan yang ada pada fisik kartu NPWP Pusat dan NPWP Cabang hanya berada pada nomornya saja. Untuk lebih jelasnya silahkan lihak format nomor status pusat cabang npwp berikut

Ketahui Status Pusat Cabang Pada NPWP Online Biar Gak Bingung

Nomor NPWP terdiri atas 3 bagian, yaitu
  1. Kode unik
  2. Kode Kantor Pajak (KPP)
  3. Kode Pusat/Cabang

Format Nomor NPWP Pusat

Penomoran Kode NPWP Pusat ditandai dengan akhiran kode '000'. NPWP Pusat diberikan untuk Wajib Pajak Orang Pribadi maupun Wajib Pajak Badan dan merupakan nomor NPWP utama. Satus pusat NPWP ini hanya ada satu, walaupun cabang perusahaan jumlahnya puluhan atau sampai ribuan.

Status pusat NPWP hanya bisa diubah lokasinya jika Wajib Pajak berkehendak untuk memindah lokasi Administratif. Contohnya adalah, jika perusahaan Anda berada di Surabaya sementara kegiatan usaha ada di makassar, maka status pusat NPWP ada di Surabya, sementara NPWP Makassar berstatus cabang.

Ketahui Status Pusat Cabang Pada NPWP Online Biar Gak Bingung

Format Nomor NPWP Cabang

Penomoran kode NPWP Cabang pada akhir NPWP adalah selain kode "000". Jika Anda memiliki nomor NPWP dengan akhiran '001' , '002', '003' , dst maka NPWP tersebut merupakan kode NPWP Cabang.

Ketahui Status Pusat Cabang Pada NPWP Online Biar Gak Bingung

Berapa nomor npwp pusat ?
Misalkan saja Anda memiliki sebuah CV yang didirikan di Surabaya dengan nomor NPWP 00.111.222.3-444.000 (nomor NPWP Pusat). Jika Anda ingin menambah cabang atas CV Anda yang berada di Surabaya maka NPWP untuk cabang tersebut adalah 00.111.222.3-444.001 untuk cabang pertama, 00.111.222.3-444.002 untuk cabang kedua, dan seterusnya.

Sementara jika CV Anda juga memiliki cabang di Luwuk, Sulawesi Tengah, maka kode NPWP Cabang yang diberikan bukan 00.111.222.3-444.003 melainkan 00.111.222.3-832.001.

Jika diperinci maka akan seperti ini
nomor NPWP Pusat Surabaya
00.111.222.3-444.000

NPWP Cabang Surabaya
00.111.222.3-444.001 (Cabang Surabaya 1)
00.111.222.3-444.002 (Cabang Surabaya 2)
00.111.222.3-444.003 (Cabang Surabaya 3)

NPWP Cabang Luwuk
00.111.222.3-832.001 (Cabang Luwuk 1)

NPWP Cabang Palu
00.111.222.3-821.001 (Cabang Palu 1)
00.111.222.3-821.002 (Cabang Palu 2)

dan seterusnya...

Contoh kasus di atas adalah contoh sederhana saja. Kenyataannya ada beberapa perusahaan yang memiliki ratusan bahkan ribuan NPWP Cabang yang tersebar diseluruh Indonesia. Dari sini seharusnya Anda sudah memahami berapa nomor npwp pusat untuk perusahaan Anda.

Perbedaan NPWP Dari Fungsinya

Secara fungsi umum nomor NPWP Pusat dan NPWP Cabang sama-sama berfungsi untuk mencatat seluruh administrasi perpajakan. Yang membedakan status pusat cabang npwp adalah jenis pajak yang dicatat. 

Hal ini berkaitan dengan kewajiban atas membayar dan melaporkan pajak antara perusahaan pusat dan perusahaan cabang yang berbeda pula. Maksud status pusat cabang npwp ini bagaimana?

Kewajiban Pajak untuk NPWP Pusat

Kewajiban membayar dan melaporkan pajak untuk NPWP Pusat adalah seluruh jenis pajak seperti Pajak Penghasilan, Bea Materai, maupun Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sesuai dengan jenis dari perusahaan tersebut.

Jadi pada NPWP Pusat, seluruh jenis pajak akan dicatat dan direkam pada nomor NPWP Pusat. Karena beda jenis usaha berarti beda pajak yang dilaporkan, maka sebaiknya Anda berkonsultasi langsung dengan Accont Representative Anda sebelum memulai kewajiban perpajakan.


Kewajiban Pajak untuk NPWP Cabang

Untuk Perusahaan Cabang, kewajiban perpajakannya adalah jenis PPh Potput dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Yang termasuk dalam PPh Potput adlah PPh Pasal 21/26, PPh Pasal 23, dan PPh Pasal 4(2). 

Khusus untuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) jika dilakukan pemusatan PPN dari cabang ke pusat maka perusahaan Cabang tidak perlu lagi melakukan pelaporan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Kesimpulan

Jadi demikian yang dapat kami sampaikan tentang perbedaan status pusat cabang npwp yang bisa dilihat dari sisi fisik dan fungsinya. Semoga dari sini Anda memahami maksud status pusat cabang npwp.

Selama Anda memahami kewajiban perpajakan atas masing-masing jenis kartu NPWP tersebut maka Anda akan terhindar dari sanksi-sanksi perpajakan yang berlaku.