DJP Online | NPWP Sudah Terdaftar?

DJP Online | NPWP Sudah Terdaftar?

Pesan Kesalahan:REG007 NPWP sudah terdaftar. Begitulah kira-kira pemberitahuan yang akan Anda dapatkan jika Anda melakukan registrasi DJP Online namun sebenarnya Anda sudah memiliki akun DJP Online.

Perlu Anda tahu, untuk melakukan pelaporan SPT Tahunan melalui e-Filing DJP Online Anda diwajibkan untuk melakukan registrasi DJP Online. Setelah NPWP Anda berhasil terdaftar dalam sistem DJP Online, maka untuk pelaporan SPT Tahunan melalui e-Filing DJP Online di tahun selanjutnya Anda cukup melakukan log in saja menggunakan NPWP dan password yang Anda gunakan saat mendaftar. Anda tidak perlu melakukan registrasi DJP Online untuk tahun-tahun selanjutnya.


NPWP sudah terdaftar tapi tidak bisa masuk

Jika NPWP sudah terdaftar namun Anda tidak bisa masuk ke menu DJP Online, maka ada dua kemungkinan. Yang biasa terjadi adalah
  1. Anda belum verifikasi email
  2. Anda salah memasukkan password DJP Online

Belum Verifikasi email

Jika Anda merasa sudah registrasi DJP Online dengan benar dan yakin password yang Anda masukkan juga benar namun tetap tidak bisa masuk, kemungkinan besar Anda belum verifikasi email yang Anda gunakan saat registrasi e-Filing DJP Online.

Yang perlu Anda lakukan adalah masuk ke halaman berikut https://djponline.pajak.go.id/resendlink kemudian masukkan NPWP dan EFIN yang Anda miliki. Setelah itu cek email Anda dan lakukan verifikasi akun DJP Online dengan cara menekan link aktivasi yang diberikan.

Belum Verifikasi email

Salah memasukkan password DJP Online

Saat Anda mendapat pemberitahuan NPWP sudah terdaftar kemudian Anda coba log in tetap tidak bisa ada kemungkinan Anda salah memasukkan password DJP Online. Untuk mengatasi hal ini cukup mudah.

Silahkan buka link berikut https://djponline.pajak.go.id/resetpass kemudian masukkan NPWP dan EFIN yang Anda miliki. Setelah itu cek email yang Anda masukkan dalam form online yang disediakan. Di email tersebut akan disediakan link untuk melakukan reset password Anda. Dan Anda dapat memasukkan password baru untuk akun DJP Online Anda.

Salah memasukkan password DJP Online

Tidak Punya EFIN

Dari tadi kita membicarakan soal EFIN dan EFIN lagi. Apa itu EFIN? Pada artikel Cara Mudah Daftar e-Filing Pajak DJP Online kami sudah membahas bagaimana proses pendaftaran akun DJP Online. Kami sangat menyarankan Anda untuk membacanya terlebih dahulu.

EFIN merupakan kode verifikasi yang digunakan untuk mendaftar akun DJP Online. Namun jika terjadi masalah-masalah seperti di atas, maka sistem DJP Online akan selalu meminta kode EFIN kembali. Untuk itu, kami menyarankan untuk mencatat atau menyimpan kode EFIN tersebut.

Bagi Anda yang lupa dengan kode EFIN Anda, maka Anda harus datang ke kantor pajak untuk mencetak kembali kode EFIN tersebut. (Baca: Lupa eFin Pajak Bagaimana? Ini yang perlu Anda lakukan)

NPWP Hilang dan Rusak Bisa Cetak Ulang dengan Mudah

NPWP Hilang atau Rusak Bisa Cetak Ulang dengan Mudah

NPWP Hilang atau NPWP rusak adalah hal yang biasa terjadi. Kartu NPWP memiliki bentuk fisik yang sama dengan kartu-kartu tanda pengenal yang lain. Berbentuk kartu plastik dengan cetakan nomor NPWP dan identitas Anda.

Jika secara tidak sengaja kartu NPWP hilang atau kartu NPWP rusak, Anda tidak perlu khawatir. Anda cukup melakukan cetak ulang atas NPWP yang hilang tersebut. Anda pun tidak perlu melakukan pendaftaran kembali jika NPWP hilang. Karena walaupun fisik kartu NPWP hilang ataupun rusak, kantor pajak masih memiliki data atas NPWP tersebut.

Syarat Cetak NPWP Hilang Orang Pribadi

Untuk membuat kembali kartu NPWP hilang dapat dilakukan di kantor pajak (tidak bisa secara online seperti saat pembuatan baru). Yang harus Anda lakukan adalah
  1. Mengisi formulir Cetak Ulang NPWP yang telah disedikan di kantor pajak, 
  2. Lengkapi dengan fotokopi KTP Anda. 
  3. Jika yang mengurus bukan Anda sendiri, maka Anda harus melampirkan surat kuasa bermaterai 6.000.
  4. Surat keterangan hilang dari kepolisian

Syarat Cetak NPWP Rusak Orang Pribadi

  1. Mengisi formulir Cetak Ulang NPWP yang telah disedikan di kantor pajak, 
  2. Lengkapi dengan fotokopi KTP Anda. 
  3. Jika yang mengurus bukan Anda sendiri, maka Anda harus melampirkan surat kuasa bermaterai 6.000.
  4. Kartu NPWP lama yang ingin dicetak ulang

Syarat Cetak NPWP Hilang Perusahaan

  1. Mengisi formulir Cetak Ulang NPWP yang telah disedikan di kantor pajak, 
  2. Lengkapi dengan fotokopi KTP Anda. 
  3. Pengurusan NPWP Hilang perusahaan harus direkturnya. Jika yang mengurus bukan direktur, maka harus melampirkan surat kuasa bermaterai 6.000.
  4. Surat keterangan hilang dari kepolisian
  5. Akta pendirian perusahaan

Syarat Cetak NPWP Rusak Perusahaan

  1. Mengisi formulir Cetak Ulang NPWP yang telah disedikan di kantor pajak, 
  2. Lengkapi dengan fotokopi KTP Anda. 
  3. Pengurusan NPWP rusak perusahaan harus direkturnya. Jika yang mengurus bukan direktur, maka harus melampirkan surat kuasa bermaterai 6.000.
  4. Kartu NPWP lama yang ingin dicetak ulang
  5. Akta pendirian perusahaan

Cara Cetak NPWP Hilang atau Rusak

Jika Anda mau mencetak ulang kartu NPWP, pastikan Anda telah melengkapi syarat di atas. Kemudian Anda cukup menyerahkan berkas Anda ke petugas pajak. Jika berkas Anda dianggap benar, maka kartu NPWP akan dicetak saat itu juga tanpa harus menunggu hari berikutnya. Dan saya ingatkan bahwa tidak ada biaya untuk cetak ulang kartu NPWP.

SSE Pajak Error dan Tidak Bisa Login

SSE Pajak Error

Permasalahan SSE Pajak Error adalah sebuah keniscayaan. Dan karena itulah Direktoral Jenderal Pajak membuat beberapa server SSE Pajak ini. Untuk server SSE Pajak yang dapat diakses oleh umum ada tiga server SSE Pajak yaitu
  1. https://sse.pajak.go.id
  2. https://sse2.pajak.go.id
  3. https://sse3.pajak.go.id
Jika kebetulan salah satu server SSE Pajak error, maka Anda dapat menggunakan server SSE Pajak yang lain. Namun masalah selanjutnya adalah, ketiga server SSE Pajak tersebut tidak saling terhubung, sehingga jika Anda ingin menggunakan server SSE Pajak yan lain, maka Anda harus daftar SSE Pajak kembali di server tersebut.

Masih awam dengan tampilan SSE Pajak di server yang lain? Tenang, kami sudah buatkan panduang lengkap untuk mendaftar ke ketiga server SSE Pajak. Silahkan baca di sini  Cara Daftar SSE Pajak.

SSE Pajak Tidak Bisa Login

Selanjutnya adalah masalah SSE Pajak Tidak Bisa Login. Tidak bisa login SSE Pajak bisa dikarenakan beberapa hal yaitu
  1. Tidak Bisa Login SSE Pajak Karena SSE Pajak Error
  2. Tidak Bisa Login SSE Pajak Karena salah input NPWP
  3. Tidak Bisa Login SSE Pajak Karena salah input kode keamanan (Capcha)
  4. Tidak Bisa Login SSE Pajak Karena Lupa PIN atau password
Jika Anda Tidak Bisa Login SSE Pajak Karena SSE Pajak Error, maka solusinya adalah dengan menggunakan server SSE Pajak yang lain seperti ulasan di atas. Jika Tidak Bisa Login SSE Pajak Karena SSE salah input NPWP ataupun kode keamanan maka pastikan kembali bahwa NPWP dan kode keamanan yang Anda masukkan sudah benar.

Dan terakhir, jika Tidak Bisa Login SSE Pajak Karena Lupa PIN atau password maka yang perlu Anda lakukan adalah mereset PIN atau password Anda. Berhubung ada 3 server yang berbeda maka ada 3 alamat untuk reset password, sesuaikan dengan akun SSE Pajak yang Anda gunakan

Reset Lupa Password SSE Pajak Versi 1

Silahkan buka link Reset Lupa Password SSE Pajak Versi 1 berikut
https://sse.pajak.go.id/accounts/forgotpasswd.aspx 
Reset Lupa Password SSE Pajak

Reset Lupa Password SSE Pajak Versi 2 ~ Integrasi DJP Online

Silahkan buka link Reset Lupa Password SSE Pajak Versi 2 berikut
https://djponline.pajak.go.id/resetpass
Reset Lupa Password SSE Pajak

Reset Lupa Password SSE Pajak Versi 3

Silahkan buka link Reset Lupa Password SSE Pajak Versi 3 berikut
https://sse3.pajak.go.id/resetPassword 
Reset Lupa Password SSE Pajak

Untuk reset PIN atau password SSE Pajak Versi 1 dan 3 Anda hanya diminta untuk memasukkan NPWP dan email yang Anda gunakan saat mendaftar akun SSE Pajak. Sementara SSE Pajak versi 2 karena terintegrasi dengan DJP Online, maka bukan email yang diminta melainkan kode EFIN Pajak. Untuk mendapat kode EFIN silahkan baca di artikel berikut Lupa eFin Pajak Bagaimana?

Kegunaan NPWP Bagi Orang Pribadi dan Perusahaan

Kegunaan NPWP Bagi Orang Pribadi dan Perusahaan

NPWP adalah kartu serba guna yang biasanya disyaratkan dalam pengurusan suatu transaksi. Sama hal nya dengan KTP, NPWP berfungsi sebagai identitas seseorang. Bedanya adalah jika KTP merupakan identitas kependudukan, sementara NPWP adalah identitas perpajakan.

Selain berfungsi sebagai kartu identetias perpajakan, NPWP juga memiliki kegunaan yang lain. Anda yang baru akan melamar kerja, Anda yang akan mengajukan kredit, atau Anda yang ingin mengajukan ijin usaha pasti tidak asing saat ditanya tentang kepemilikan NPWP. Mari kita bahasa bersama apa saja sih kegunaan NPWP itu?


Kegunaan NPWP Untuk Melamar Kerja

Anda yang baru akan melamar kerja biasanya diminta untuk melengkapi NPWP sebagai salah satu syarat untuk mendaftar di perusahaan tersebut. Sering kali dikarenakan alasan "diminta" sama perusahaan, Anda sendiri sebenarnya tidak tahu Kegunaan NPWP Untuk Melamar Kerja itu sendiri.

Sehingga yang terjadi adalah setelah punya NPWP, Anda mengabaikan begitu saja tentang kewajiban perpajakan setelah punya NPWP. Perusahaan mensyaratkan NPWP sebagai salah satu syarat pendafataran adalah untuk mempermudah administrasi perusahaan.

Saat Anda diterima bekerja dan memperoleh gaji, maka atas gaji Anda akan dipotong PPh Pasal 21. Perusahaan yang bertindak sebagai pemberi kerja berkewajiban untuk memotong pajak atas gaji Anda kemudian menyetorkannya ke negara. Dan untuk melakukan hal ini, perusahaan membutuhkan nomor NPWP pegawainya.

Jika ternyata Anda tidak diterima bekerja bagaimana?

Kegunaan NPWP Untuk KPR

KPR (Kredit Pemilikan Rumah) adalah kredit yang digunakan untuk membeli rumah atau untuk kebutuhan konsumtif lainnya dengan jaminan/agunan berupa Rumah. Dalam hal perkreditan, kita sudah biasa mendengar istilah bunga atas kredit. Hanya bank berbasis syariah saja yang tidak menggunakan istilah bunga atas kredit yang diberikan.

Dalam perpajakan, bunga kredit atas suatu pinjaman dikenakan pajak. Dan sebagai pemotong pajak, pihak bank biasanya meminta Anda sebagai debitor untuk memberikan nomor NPWP. Kegunaan NPWP Untuk KPR lebih kepada proses pemotongan pajak ini saja.

Kegunaan NPWP Untuk Buka Rekening

Berurusan dengan Bank berarti berurusan dengan bunga. Tidak terkecuali dengan rekening yang kita miliki. Saat membuka rekening baru, beberapa bank mensyaratakan NPWP untuk mendaftar rekening. Mengapa demikian?

Kegunaan NPWP Untuk Buka Rekening adalah mencatat pajak atas bunga bank yang Anda dapatkan. Meskipun angkanya sangat kecil namun tetap saja bank wajib memotong pajak atas bungan yang Anda dapatkan tersebut.

Kegunaan NPWP Bagi Orang Pribadi

NPWP Pribadi dibagi menjadi tiga jenis yaitu NPWP Karyawan, NPWP Pekerjaan Bebas dan NPWP Usahawan. Yang dimaksud karyawan adalah Anda yang bekerja di sebuah entitas atau instansi dan Anda mendapat gaji yang diterima setiap bulan secara konsisten.

Sementara pekerjaan bebas disini adalah pekerjaan atas keahlian tertentu seperti dokter, arsitek, notaris dll. Dan Usahawan sendiri adalah Anda yang memiliki usaha tertentu seperti menjual barang maupun jasa.

Kegunaan NPWP Bagi Pribadi atau Perorangan adalah sebagai sarana untuk memenuhi kewajiban perpajakan Anda. Selain itu dalam beberapa urusan administratif lainnya seperti pembuatan pasport, ijin usaha, kredit bank, Anda biasanya diminta untuk melampirkan NPWP pribadi Anda.

Kegunaan NPWP Bagi Karyawan

Seperti yang sudah kami ulas di atas, perusahaan tempat Anda bekerja membutuhkan NPWP Anda untuk melakukan pemotongan pajak atas gaji Anda. Sehingga Kegunaan NPWP Bagi Karyawan adalah untuk administrasi perusahaan tempat Anda bekerja.

Kegunaan NPWP Bagi Pengusaha

Bagi Pengusaha, NPWP memiliki banyak kegunaan. Mayoritas NPWP digunakan untuk kelengkapan kredit bank. Kegunaan NPWP Bagi Pengusaha yang lain adalah dalam hal perpajakan. Sebagai seorang pengusaha, adakalanya Anda mengajukan pengembalian pajak (restitusi) atas pajak yang Anda bayarkan. Kelebihan pembayaran pajak biasa terjadi bagi Anda yang memiliki transaski jual beli terkait PPN.

Kegunaan NPWP Bagi Perusahaan

Perusahaan merupakan benuk badan hukum dari pengusaha. Kegunaan NPWP Bagi Perusahaan sama dengan Kegunaan NPWP Bagi Pengusaha. Jika Pengusaha adalah tas orang pribadi, sementara Perusahaan adalah badan hukum.

Dalam hal kewajiban pajak keduanya hampir sama. Sehingga Kegunaan NPWP Bagi Perusahaan pun sama seperti pengusaha.


Kegunaan NPWP Bagi Pemerintah

Bagi pemerintah, NPWP adalah identitas yang diberikan kepada seseorang atau perusahaan. Dengan melihat jumlah NPWP, penerimaan pajak, serta produk domestik bruto (PDP), pemerintah memiliki data tax ratio saat ini.

Tax ratio inilah yang menjadi acuan apakah pendapatan dari sektor pajak sudah sesuai dengan rencana pemerintah. Saat ini tax ration Indonesia masih berkisar di angka 11% dari PDB. Angka ini masih jauh tertinggal dibanding negara-negara di ASEAN. Sementara untuk negara maju, tax ratio ada di angka 25% ke atas.

Jadi itu saja yang dapt kami sampaikan tentang Kegunaan NPWP Bagi Orang Pribadi dan Perusahaan. Jika ada yang kurang dipahami silahkan tinggalkan komentar di bawah.

Kewajiban Wajib Pajak Perusahaan , Bendahara , dan Orang Pribadi

Kewajiban Wajib Pajak Perusahaan,  Orang Pribadi, dan Bendahara


Pada artikel Kewajiban Setelah Memiliki Kartu NPWP, kami sudah sempat menyinggung mengenai kewajiban membayar dan melapor pajak bagi setiap pemilik kartu NPWP. Dan di artikel ini, kami akan menjelaskan lebih rinci terkait dengan kewajiban Anda setelah memiliki kartu NPWP.

Secara umum dapat kami sampaikan bahwa Kewajiban Wajib Pajak Perusahaan dan Orang Pribadi ada tiga hal yaitu menghitung, membayar, dan melapor pajak. Namun masalahnya adalah Kewajiban Wajib Pajak untuk menghitung, membayar, dan melapor pajak tidak sama untuk setiap pemilik kartu NPWP baik itu Perusahaan maupun Orang Pribadi. Untuk itu simak penjelasan kami berikut.

Kewajiban Wajib Pajak Perusahaan

Kewajiban Wajib Pajak Perusahaan untuk menghitung, membayar, dan melapor pajak dilakukan sendiri oleh perusahaan Anda setiap bulannya. Untuk pembayaran dilakukan maksimal tanggal 10 untuk PPh Pot Put, dan tanggal 15 untuk PPh yang dibayar sendiri.

Sementara  Kewajiban Wajib Pajak Perusahaan untuk laporan pajak ada dua jenis yaitu lapor pajak bulanan melalui SPT Masa dan lapor pajak tahunan melalui SPT Tahunan. Lapor pajak bulanan melalui SPT Masa PPh maksimal tanggal 20 bulan beikutnya sementara lapor pajak bulanan melalui SPT Masa PPN maksimal akhir bulan berikutnya. Untuk lapor pajak tahunan melalui SPT Tahunan dapat dilakukan anata tanggal 1 Januari hingga 30 April tahun berikutnya.

Kewajiban Wajib Pajak Perusahaan Cabang

NPWP Perusahaan Cabang ditandai dengan akhiran nomor NPWP dengan akhiran "001", "002", "003", dan seterusnya. Untuk NPWP pusat diakhiri dengan akhiran "000".

Kewajiban Wajib Pajak Perusahaan Cabang hampir sama dengan Kewajiban Wajib Pajak Perusahaan Pusat. Hanya saja untuk jenis pajak yang wajib untuk dilaporkan biasanya hanya PPh Pot Put saja. Untuk PPN ada yang wajib lapor ada juga yang tidak, tergantung kebijakan dari perusahaan pusat.

Jika Kewajiban Wajib Pajak Perusahaan Cabang atas PPN sudah terpusat ke NPWP Induk, maka untuk cabang tidak perlu melaporkan PPN. Sementara Kewajiban Wajib Pajak Perusahaan Cabang untuk lapor SPT Tahunan tidak perlu dilakukan, cukup pusatnya saja yang melakukan pelopran SPT Tahunan.

Kewajiban Wajib Pajak Orang Pribadi Pegawai

Jika pekerjaan Anda adalah karyawan atau pegawai maka Kewajiban Wajib Pajak Orang Pribadi Anda adalah yang paling mudah. Hal ini karena Kewajiban Wajib Pajak Orang Pribadi Pegawai untuk menghitung dan membayar pajak sudah otomatis dilakukan oleh pemberi kerja yang dalam hal ini adalah kantor atau perusahaan tempat Anda bekerja.

Tanpa Anda sadari setiap bulannya Anda sudah melakukan keajiban pajak dalam hal penghitungan dan pembayaran pajak yang otomatis dipotong dari gaji yang Anda terima. Sehingga Kewajiban Wajib Pajak Orang Pribadi Pegawai hanya tinggal melakukan pelaporan pajak melalui SPT Tahunan yang dilakukan setahun sekali yang pada umumnya dilakukan dari tanggal 1 Januari Hingga 31 Maret Tahun berikutnya.

Pelaporan pajak melalui SPT Tahunan dapat Anda lakukan langsung ke kantor pajak atau secara online. Silahkan Anda pelajari bagaimana cara lapor pajak melalui SPT Tahunan di blog ini. Sudah kami buatkan tutorial lengkap. (Baca: Lapor Pajak Online)

Kewajiban Wajib Pajak Orang Pribadi Usahawan

Yang dimaksud usahawan adalah Anda yang memiliki usaha atas nama Anda sendiri. Jenis usaha yang Anda jalankan bisa bermacam macam. Dari usaha atas keahlian khusus seperti dokter yang buka praktek atau juga untuk pekerjaan sebagai notaris. Anda yang bekerja sebagai freelance juga masuk kedalam kategori usahawan.

Kewajiban Wajib Pajak Orang Pribadi Usahawan dalam hal menghitung, membayar, dan melapor pajak Anda lakukan sendiri. Dalam sistem perpajakan hal ini dinamakan Self Assessment. Besarnya pajak yang harus Anda bayar tidak ditentukan oleh kantor pajak melaikan oleh Anda sendiri. Acuan cara menghitung pajak ada dalam Undang undang Pajak Penghasilan No 36 Tahun 2008.

Anda dapat mempelajari undang undang tersebut. Namun jika Anda mengalami kesulitan dalam memahami isi undang undang, silahkan Anda datang langsung ke kantor pajak untuk mendapat bimbingan langsung oleh Account Representative agar Anda bisa mendapat penjelasan lebih menyeluruh terkait Kewajiban Wajib Pajak Orang Pribadi Usahawan

Selanjtnya, setelah Anda selesai menghitung pajak Anda, silahkan Anda membayar pajak tersebut. Kewajiban Wajib Pajak untuk membayar pajak dilakukan setiap bulannya maksimal tanggal 15 bulan berikutnya. Sebagai contoh, untuk pajak bulan januari maksimal Anda bayarkan tanggal 15 Februari. Demikian juga untuk bulan-bulan berikutnya.

Berbeda dengan Kewajiban Wajib Pajak Orang Pribadi Pegawai yang cukup lapor pajak setahun sekali, untuk Anda yang berprofesi sebagai usahawan kegiatan melapor pajak dibagi menjadi dua, yaitu usahawan yang masuk kategori PP 46 Tahun 2013 dan yang tidak termasuk kategori PP 46 Tahun 2013.

Untuk usahawan yang masuk kategori PP 46 Tahun 2013 Kewajiban Wajib Pajak Orang Pribadi Usahawan untuk melapor pajak cukup dilakukan setahun sekali yaitu lapor pajak melalui SPT Tahunan. Sementara yang tidak termasuk kategori PP 46 Tahun 2013 Kewajiban Wajib Pajak Orang Pribadi Usahawan untuk pelaporan pajak adalah lapor pajak bulanan melalui SPT Masa dan lapor pajak tahunan melalui SPT Tahunan.

Bagi Anda yang baru pertama kali melakukan pelaporan pajak, kami sangat menyarankan agar Anda datang ke kantor pajak untuk mendapat bimbingan langsung oleh Account Representative.

Kewajiban Wajib Pajak Bendahara

Yang dimaksud dalam kategori bendahara adalah bendahara pemerintah bukan bendahara swasta. Jadi jika ada sekolah swasta yang memiliki NPWP maka jenis NPWP tersebut bukan termasuk NPWP Bendahara. Bendahara memiliki kewenangan khusus di bidang perpajakan yaitu sebagai pemungut pajak.

Jenis pajak yang biasa ditemui oleh Bendahara sehubungan dengan statusnya sebagai pemungut adalah PPh pasal 22, PPh pasal 23, dan PPN. Banyak sekali aturan terkait dengan jenis transaksi apa yang temasuk dalam jenis-jenis pajak tersebut. 

Untuk saat ini kami belum membuat artikel tentang cara menghitung dan membayar pajak untuk bendahara. Anda bisa membacanya sendiri di Undang undang Pajak Penghasilan No 36 Tahun 2008 atau langsung ke kantor pajak agar bisa mendapat penjelasan.

Kewajiban Wajib Pajak Bendahara untuk pembayaran pajak atas objek pajak pungutan dilakukan maksimal tanggal 10 bulan berikutnya. Sebagai contoh, untuk pajak bulan januari maksimal Anda bayarkan tanggal 10 Februari. Demikian juga untuk bulan-bulan beikutnya.

Sementara Kewajiban Wajib Pajak Bendahara untuk pelaporan pajak bulanannya dilakukan maksimal tanggal 20 bulan berikutnya. Untuk lapor tahunan dilakukan antara tanggal 1 Januari hingga 30 April tahun berikutnya.

Wajib Pajak Harus Tahu

Jadi demikian yang dapat kami sampaikan untuk Kewajiban Wajib Pajak Perusahaan dan Orang Pribadi. Dengan penjelasan kami di atas tentu belum cukup untuk menjawab seluruh pertanyaan Anda terkait dengan Kewajiban Wajib Pajak Perusahaan dan Orang Pribadi.

Setidaknya saat ini Anda sudah memahami secara garis besar Kewajiban Wajib Pajak Perusahaan dan Orang Pribadi yang Anda miliki. Inti dari Kewajiban Wajib Pajak Perusahaan dan Orang Pribadi adalah menghitung, membayar, dan melapor pajak. Namun dikarenakan sangat luasnya topik ini, maka akan kami sambung di artikel selanjutnya.

Dan sebagai penutup, perlu Anda tahu jika Anda tidak memenuhi setiap ketentuan tentang penghitungan, pembayaran, dan pelaporan pajak ini, maka ada sanksi untuk setiap pelanggarannya. Jadi mohon perhatikan Kewajiban Wajib Pajak Perusahaan dan Orang Pribadi jika Anda sudah memiliki kartu NPWP. (Baca: Sanksi Tidak Melaporkan SPT)

Lupa eFin Pajak Bagaimana? Ini yang perlu Anda lakukan


Lupa eFin Pajak merupakan hal yang sering terjadi. Mengingat eFin Pajak adalah hal yang sangat penting sudah seharusnya Anda menyimpannya dengan baik-baik. Namun adakalanya eFin Pajak yang hanya satu lembar kertas ini terselip atau hilang. Bagaimana jika Anda lupa menaruh lembar eFin Pajak ini?

eFin Pajak

eFin Pajak adalah sebuah kode verifikasi untuk pendaftaran e Filing DJP Online. Karena fungsi utama eFin Pajak hanya untuk pendafataran e Filing DJP Online saja, maka jika sewaktu-waktu eFin Pajak Anda lupa atau hilang, maka Anda tidak perlu khawatir. Selama Anda bisa log in ke e Filing DJP Online maka sudah tidak ada masalah.

Saat Anda masuk ke e Filing DJP Online, Anda tidak akan dimintai kembali kode eFin Pajak. Anda hanya diminta untuk memasukkan nomor NPWP dan password e Filing DJP Online saja. Anda lupa password e Filing DJP Online Anda?

eFin Pajak untuk yang lupa password

Selain berfungsi sebagai kode verifikasi untuk pendaftaran e Filing DJP Online, eFin Pajak juga berfungsi saat Anda lupa password e Filing DJP Online Anda. Jika hal ini terjadi maka berikut yang perlu Anda lakukan.

Pertama, silahkan masuk ke halaman berikut https://djponline.pajak.go.id/resetpass. Kemudian masukkan nomor NPWP, kode eFin Pajak, kode pengaman, dan jangan lupa centang "lupa email" jika Anda juga lupa dengan email yang Anda gunakan, jika tidak maka cukup NPWP dan eFin Pajak saja.

Kedua, cek email yang Anda gunakan saat daftar akun e Filing DJP Online. Kemudian klik link yang diberikan untuk mereset password e Filing DJP Online Anda.
eFin Pajak untuk yang lupa password
Pada halaman reset password e Filing DJP Online, ada pemberitahuan yang perlu Anda tahu, berikut isinya
  1. Pastikan Anda masih menyimpan EFIN yang diberikan oleh KPP.
  2. Jika Anda lupa atau tidak menyimpan EFIN, silahkan meminta pencetakan ulang EFIN di KPP Terdekat
  3. Anda dapat mengubah email untuk menerima password baru, jika menghendakinya dengan memilih "YA" pada pilihan "Lupa Email?"
  4. Jika Anda mengubah email, maka password akan dikirimkan ke email Anda yang baru, dan email tersebut selanjutnya akan digunakan oleh sistem untuk mengirimkan pesan kepada Anda
Permasalahan berikutnya adalah, bagaimana jika Anda lupa eFin Pajak Anda? Mari kita lanjutkan.

Lupa eFin Pajak dan cara cetak ulang

Jika permasalahan utama Anda adalah lupa eFin Pajak, maka yang perlu Anda lakukan adalah cetak ulang eFin Pajak. Untuk melakukan cetak ulang eFin Pajak Anda diharuskan untuk datang langsung ke kantor pajak. Jika bukan Anda sendiri yang meminta cetak ulang eFin Pajak, maka Anda perlu melampirkan surat kuasa kepada yang akan mengambil eFin Pajak Anda.

Yang perlu Anda lakukan cukup mengisi formulir cetak ulang eFin Pajak, kemudian lampirkan 1 fotokopi KTP, dan 1 fotokopi NPWP Anda. Serahkan berkas tersebut ke petugas pajak, dan eFin Pajak Anda pun langsung dicetak.

Formulir cetak ulang efin Pajak

Berikut adalah formulir cetak ulang efin Pajak
formulir cetak ulang efin Pajak

Jika kurang jelas Anda bisa download formulir cetak ulang efin Pajak di sini  http://www.pajakbro.com/p/formulir-pajak.html atau lebih mudahnya Anda dapat mengambil langsung formulir cetak ulang efin Pajak di kantor pajak.